Ratusan Lulusan SMK Taruna Mandiri Belum Terima Ijazah
Sebanyak 358 lulusan SMK (STM) Taruna Mandiri belum menerima ijasah hingga pertengahan bulan September ini.
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Kisdiantoro
CIMAHI, TRIBUN - Sebanyak 358 lulusan SMK (STM) Taruna Mandiri belum menerima ijasah hingga pertengahan bulan September ini. Akibatnya ratusan orangtua pun merasa kecewa. Bahkan mereka sudah berkali-kali mendatangi sekolah, namun pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak karena permasalahannya hanya soal ijasahnya belum ditandatangani oleh kepala sekolah yang saat itu menjabat.
"Saya sudah beberapa kali datang ke sekolah. Tapi tetap saja alasannya belum selesai karena kepala sekolahnya sedang bermasalah. Malah pihak sekolah katanya sudah minta bantuan ke Disdik Cimahi dan katanya ada kemungkinan ijasah itu baru bisa ada enam bulan lagi," kata salah seorang orangtua alumnus SMK Taruna Mandiri kepada wartawan di Alun-alun Kota Cimahi, Selasa (17/9).
Para siswa mengeluh kesulitan melanjutkan sekolah ke jenajang pendidikan tinggi. Diakuinya untuk persyaratan di sekolah yang ditujunya harus menyertakan ijazah asli. Tak hanya itu dikatakannya temannya pun banyak yang akhirnya gagal untuk melamar kerja karena belum memiliki ijasah.
"Iya, saya juga jadi bingung. Lulus sudah, tapi belum punya ijazah. Katanya sih untuk sementara sekolah bisa mengeluarkan surat keterangan kelulusan, tapi kok jadi ribet," ujar siswa yang baru lulus itu sambil berharap agar namanya tidak dipublikasikan.
Ditambahkan sang orangtuanya, bahwa keinginan sebagai orangtua itu sangat sederhana, yakni ingin ijasah anaknya segera bisa dipegang. Karena ijasah itu dokumen penting untuk melanjutkan kehidupan seseorang.
Atas permasalahan ini, pihak sekolah yang menaunngi tiga program studi yakni Listrik, Mesin, dan Otomotif itu mengakui bahwa siswa kelulusan tahun ajaran 2012/2013 belum dibagikan ijasahnya karena belum ditandatangani oleh kepala sekolah yang saat itu masih menjabat. Bahkan tak hanya ijazah, tapi rapor untuk siswa yang naik ke kelas 11 dan kelas 12 pun belum ditandatangani yang jumlahnya mencapai 800-an buku rapor.
"Kami juga tidak tahu betul kenapa alasannya kepala sekolah yang kemarin masih menjabat itu tidak mau menandatangani. Yang jelas, ijazah dan rapor ini sesuai aturannya tidak bisa ditandatangani oleh kepala sekolah yang baru dan nama pada ijasah juga nama kepala sekolah yang lama," ujar Kepala SMK Taruna Mandiri, Suhendar Subiyanto yang diakuinya baru menjabat selama 10 hari saat ditemui Tribun di SMK Taruna Mandiri, Jalan Kompleks Sangkuriang No 36, Selasa (17/9).
Baca berita selengkapnya di edisi cetak Tribun Jabar.