Saum Bareng Persib
Selalu dengan Masakan Khas Suriah
Bagi Naser dan keluarga, makanan Indonesia yang kerap didominasi manis dan pedas belum bisa sepenuhnya cocok di lidah mereka.
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Darajat Arianto
Begitulah, Naser dan keluarga kerap menghabiskan waktu berbuka puasa dengan memasak sendiri hidangan khas Arab. Namun Naser mengakui sewaktu-waktu mereka juga jajan di luar dan makan masakan khas Bandung.
"Kadang-kadang kami makan nasi juga saat berbuka puasa, tapi jarang. Saya seringnya masak sendiri saja hidangan khas Suriah," katanya.
Kesulitannya, kata Naser, tidak semua bahan yang akan dimasaknya ada di Indonesia. Oleh sebab itu, Naser sengaja membeli atau memesan dari rekan-rekannya atau bahkan berangkat sendiri ke toko yang menyediakan bahan masakan Arab.
"Ada beberapa di Bandung toko yang menjual bahan-bahan makanan Arab. Kadang saya juga pesan ke Jakarta," ujarnya. (*)