Kolaborasi Wayang Golek Indonesia-Sri Lanka di Gedung Merdeka
Serangkaian acara diselenggarakan dalam memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Sri Lanka di Gedung Merdeka
Penulis: feb | Editor: Kisdiantoro
"Sri Lanka ini termasuk pemrakarsa Konferensi Asia Afrika, kontribusinya besar dan sampai sekarang masih terasa kedekatan itu. Selain itu gedung ini juga dikelola oleh Kementerian Luar Negeri yang memang diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan bersifat mendorong kerjasama dengan negara-negara lain," ujar Listyowati, Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri RI.
Rangkaian acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 21.30 ini, dimeriahkan Seminar dan Talk Show "Hubungan dan Persamaan Budaya Indonesia-Sri Lanka" di sore hari dan pementasan kolaborasi Wayang Golek Indonesia dan Sri Lanka Oleh Dalang Batara Sena (Indonesia) dan Tim Ms. Sulochana Dissanayake (Sri Lanka) di malam harinya.
Pada seminar, lima pembicara baik dari Indonesia maupun Sri Lanka, mengupas habis mengenai hubungan Indonesia dan Sri Lanka, mulai dari hubungan sejarah, diplomasi hingga budaya. Restu Gunawan, dari Kementerian Pendidikan dan Budaya, menjelaskan betapa Indonesia dan Sri Lanka memiliki kesamaan nasib dalam sejarah kehidupan. Kedua negara ini pernah sama-sama dijajah Belanda maupun Portugis. Ibnu Wahyudi, dosen dan sastrawan dari Universitas Indonesia, mengupas kesamaan maupun perbedaan corak batik yang dimiliki Indonesia maupun Sri Lanka. Adapun WMS Bandara, minister Kedutaan Sri Lanka di Jakarta, yang menerangkan sejarah hubungan diplomasi Indonesia dan Sri Lanka. Selain itu, Phillip K Wijaya, wakil Sekretaris Jenderal WALUBI, menjelaskan seluk beluk agama Budha di Indonesia dan Sri Lanka, serta Praveen Selvaratnam, Presiden Association of Sri Lankan in Indonesia (ASLI), yang menjelaskan berbagai kegiatan ASLI di Indonesia.
Listyowati menyampaikan harapannya terhadap hubungan diplomasi Indonesia dan Sri Lanka. "Meskipun selama 60 tahun ini sudah banyak dicapai, kami selalu berharap kerjasama di berbagai bidang dengan Sri Lanka ini bisa lebih ditingkatkan lagi. Karena peluang itu selalu ada, tapi belum tentu kita bisa memanfaatkannya dengan baik. Semoga Indonesia bisa mencari peluang di Sri Lanka, begitu juga sebaliknya, jadi saling menguntungkan," ujarnya. (bb)