Kamis, 9 April 2026

RSUD Penuh, Penderita Gizi Buruk Sempat Dibawa Pulang

Bayi berusia 3 bulan penderita hidrosefalus dan gizi buruk ini terpaksa dibawa pulang karena seluruh kamar perawatan di rumah sakit penuh.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Tasya Indana Zulfa terpaksa dibawa pulang neneknya, Onah (40), dari RSUD dr Slamet Garut ke rumahnya, Senin (22/10). Bayi berusia 3 bulan penderita hidrosefalus dan gizi buruk ini terpaksa dibawa pulang karena seluruh kamar perawatan di rumah sakit tersebut penuh. Keluarga Tasya pun tersinggung karena merasa diterlantarkan di rumah sakit selama 3 jam.

Onah mengatakan awalnya Tasya dibawa ke Puskesmas Bagendit, Kecamatan Banyuresmi pada pagi harinya. Kemudian, pihak puskesmas meminta Tasya dirujuk ke RSUD dr Slamet karena sakitnya sudah cukup parah dan peralatan medis di puskesmas tidak cukup memadai.

Onah kemudian mengantar Tasya ke Instansi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet dan sampai di sana pukul 11.00. Sedangkan, ibu Tasya, yakni Ai Rosmaya (25), pergi ke Kantor Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi Kabupaten Garut untuk mendapat surat keterangan tidak mampu.

Setelah mendapat pemeriksaan di IGD, Tasya dinyatakan harus menjalani rawat inap. Namun, seluruh kamar perawatan telah penuh. Onah yang tengah kebingungan ini pun ditawari dokter untuk memberikan infus pada Tasya dengan cara dipangku sambil berdiri.

"Tentu saja saya tolak karena saya bukan patung. Masa saya harus menginfus Tasya sambil berdiri. Takutnya malah ada apa-apa nantinya dengan Tasya," kata Onah saat ditemui di rumah Tasya di Kampung Munjul, RT 1 RW 14, Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (22/10).

Akhirnya, Onah bertanya pada tenaga kesehatan yang menyarankannya menginfus cucunya sambil berdiri tersebut mengenai jalan keluarnya. "Jalan keluarnya ya tinggal jalan kaki lurus saja," kata Onah sambil menirukan jawaban tenaga kesehatan yang nampak seperti lelucon itu.

Akhirnya, Onah pun benar-benar meninggalkan rumah sakit, mengikuti arah jalan keluar yang ditujukan tenaga kesehatan tersebut. Onah merasa kecewa sebab setelah tiga jam menunggu tanpa kepastian di rumah sakit, dia tidak mendapat pelayanan kesehatan untuk cucunya.

Ibu Tasya, Ai, mengatakan Tasya adalah adik kembar Raisya Arraya Rubina yang juga lahir pada 16 Agustus menjelang tengah malam. Mereka lahir dengan usia kandungan 8 bulan. Tasya dilahirkan dengan berat 1,6 kilogram dan tinggi 48 centimeter. Tasya pun sempat dirawat 13 hari setelah kelahiran prematurnya.

Raisya tumbuh normal, tapi tidak dengan Tasya. Kepala Tasya membesar sedangkan badannya tetap kecil. Beratnya kini hanya 2 kilogram. Kaki dan tangan rasya pun terlihat tetap kecil dibandingkan milik Raisya. Kulit Tasya pun menjadi keriput.

"Kami beri makan dengan porsi yang sama. Tapi, kata dokter, makanan yang masuk ke dalam tubuh Tasya tidak dapat diserap sempurna. Malah diserap ke kepala. Tiap malam Tasya menangis," ujar Ai yang bersuami Irwansyah (24), seorang pemangkas rambut.

Kepala Puskesmas Bagendit, Deden Kadarusman Msi, mengatakan pihaknya telah merujuk Tasya ke RSUD dr Slamet. Saat dirujuk ke RSUD, Tasya berada dalam kondisi dehidrasi, gizi buruk, dan mengalami kelainan fisik hidrosefalus.

"Seharusnya Tasya ini segera mendapatkan penanganan karena sudah dehidrasi. Peralatan di puskesmas kurang lengkap, makanya kami merekomendasikan Tasya ke RSUD. Besok (hari ini) kami akan kembali mengantar Tasya, tapi setelah berkomunikasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD dr Slamet, dr Maskut Farid, mengatakan telah terjadi miskomunikasi antara tenaga kesehatan di rumah sakitnya dengan keluarga Tasya. Menurut Maskut, Tasya harus mendapat ruangan khusus dan kebetulan saat itu seluruh ruangan memang penuh.

"Mereka ditinggal sebentar. Ketika dokternya datang, mereka sudah pulang. Kami minta Tasya dibawa kembali besok (hari ini) ke rumah sakit. Siapa tahu ada ruangan kosong karena pasien kan keluar-masuk. Setelah datang, SMS saya," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved