Dari Masjid Ke Masjid

Merasakan Ademnya Masjid Rancangan Schoemaker

MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di titik strategis,

Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
* Masjid Raya Cipaganti

Oleh Ida Romah

MASJID Raya Cipaganti adalah salah satu masjid tua di Kota Bandung. Berdiri pada 7 Februari 1933, masjid tersebut berada di titik strategis, yakni pinggir Jalan Cipaganti dan dekat dengan sejumlah tempat seperti pusat belanja Cihampelas, Setiabudi, dan Sukajadi.

Masjid ini dirancang oleh arsitek Belanda Charles Prosper Wolff Schoemaker (arsitek Hotel Preanger dan Villa Isola) dibantu Het Keramische Laboratorium Bandung (sekarang Balai Besar Keramik). Ketika itu, Gubernur Hindia-Belanda memerintah agar pusat kota beralih ke utara.

Karena itu, Bupati Bandung R Tumenggung Hassan Sumadipradja bersama Patih Bandung R Wirijadinata dan Penghulu Bandung H Abdoel Kadir mengusulkan agar dibangun masjid di Jalan Cipaganti No 85 (dulu namanya Banana Street). Atas dukungan semua pihak, akhirnya masjid pun terwujud dengan ukuran 9x15 meter.

Pengurus DKM Masjid Raya Cipaganti, Uju Dimyati, mengatakan, seiring dengan perkembangan, sejumlah tokoh dari Sukajadi yang dikomandoi Camat Sukajadi ketika itu mengusulkan agar bangunan masjid diperluas. "Ini karena bangunan masjid yang tak lagi mampu menampung jemaah," kata dia saat ditemui Tribun di area Masjid Raya Cipaganti, Selasa (17/7).

Karena itu, pada 1965 masjid diperluas ke kanan dan kiri, masing-masing 17 meter, dan ke belakang sekitar 15 meter. Masjid pun mampu menampung lebih banyak jemaah.

Walau diperluas, bangunan pokok masjid sejak pertama dibangun tetap ada. Bangunan itu tidak diubah, dibiarkan asli seperti sedia kala. Bangunan masjid pertama itu menjadi bagian tengah masjid sekarang.

Kaligrafi di pintu masuk, kalimat hamdalah di sokoguru, plafon, dan desain interior tetap dibiarkan seperti sejak 1933. Lampu ukuran besar juga masih digunakan dan digantung di tengah bangunan utama masjid.

"Dulu pak Soekarno (Presiden RI pertama.RED) sering ke sini ketika berada di Bandung. Kemudian Panglima TNI AH Nasution juga," ujar Uju.

Setiap hari Jumat, masjid dipadati jemaah salat Jumat. Bahkan masjid tak sanggup menampung jemaah sehingga pelaksanaan salat Jumat meluber ke jalan raya. "Jemaahnya bukan hanya warga sini, tapi juga warga luar yang kebetulan berada di Bandung. Katanya Masjid Cipaganti adem," kata Uju.

Saat Ramadan dan Idulfitri, masjid makin ramai. Apalagi DKM menggelar sejumlah kegiatan, mulai tarawih berjamaah, tadarus Alquran, salat dan ceramah Subuh, iktikaf, takjil gratis, buka bersama, sampai bazar buku, hingga pelatihan pemulasaraan jenazah.

Bagi yang penasaran ingin singgah di Masjid Raya Cipaganti, aksesnya sangat mudah. Tinggal menyusuri Jalan Cipaganti ke arah Setiabudhi, pasti menemukan bangunan masjid di pinggir kiri jalan. Jalan Cipaganti juga dilalui angkutan kota, terutama yang tujuan Ledeng. (*)

* artikel selengkapnya mengenai masjid Cipaganti bisa dibaca di harian Tribun Jabar edisi Sabtu, 21 Juli 2012.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved