Liputan Khusus

PAUD Menjamur, Hanya 20 Persen Sarjana

Jumlah lembaga pendidikan anak usia dini di Bandung dan sekitarnya terus meningkat. Namun peningkatan jumlah itu tidak diimbangi dengan pendidik

Penulis: Siti Fatimah | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Jumlah lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Bandung dan sekitarnya terus meningkat. Namun peningkatan jumlah itu tidak diimbangi dengan kondisi pendidik yang berkompeten di bidangnya, termasuk masalah minimnya sarana dan prasarasarana penunjang lainnya.

Lembaga PAUD di Kabupaten Bandung Barat, misalnya. Kegiatan belajar di sebagian besar PAUD di sana masih dilakoni oleh tenaga pendidik atau tutor sukarela yang berasal dari kader PKK dan kader posyandu lulusan SMA.

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal pada Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat, Jalaludin, mengatakan, sampai 31 Maret 2012, terdapat 846 lembaga PAUD di 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat dengan 2.623 pengajar dan 23.142 murid.

"Merujuk pada Permendiknas No 58 tahun 2009 tentang standardisasi PAUD, guru dan tutor PAUD harus bergelar sarjana. Setelah jumlah PAUD di Bandung Barat yang sudah cukup banyak, ke depannya, kami akan berkonsentrasi untuk meningkatkan SDM para pengajarnya melalui pelatihan dan program lainnya," kata Jalaludin saat ditemui di Batujajar, Sabtu (26/5).

Menurut Jalaludin, dari 846 lembaga PAUD, hanya sekitar 20 persen yang memiliki pengajar bergelar sarjana. Walaupun kader PKK dan posyandu yang mendidik di PAUD kebanyakan lulusan SMA, ucapnya, mereka telah mendapat berbagai pelatihan dan pengalaman mendidik anak usia dini dengan cukup baik.

Kondisi di Kota Bandung tidak jauh berbeda. Menurut Anna, pengelola Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Bunda Asuh Nanda di kawasan Bandung Timur, ia mendukung keberadaan PAUD. Namun penyelenggaraan PAUD harus sesuai dengan aturan yang digariskan Permendiknas No 58 tahun 2009.

"Pendidik di PAUD harus berkompetensi agar tujuannya benar-benar terwujud, yakni antara lain memberikan pengasuhan dan pembimbingan bagi anak usia dini untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan potensinya. Selain itu dapat mengembangkan anak usia dini pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif," kata Anna.

Menurut Anna, usia 0-2 tahun merupakan masa yang sangat luar biasa karena anak  dapat berkembang dengan pesat. Masa-masa inilah yang disebut golden age dan anak perlu pendidikan agar terarah. Dan pendidik bisa dari orang tua, nenek, kakek, paman, dan lingkungan.

"Tenaga pendidik yang berkompeten itu penting karena harus tahu cara mendidik anak. Pendidik itu bukan sebagai diktator, tapi sebagai motivator. Ia harus bisa menjadi jembatan gagasan ke anak-anak. Di sinilah salah satu yang perlu diperhatikan dalam pendidikan PAUD, tenaga pendidik yang kompeten," katanya. (tif/aa/ee/tsm/set)

Berita eksklusif ini bisa dibaca selengkapnya di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (4/6/2012).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved