Tragedi Sukhoi
Pejabat Rusia: Kuat Dugaan 'Human Error'
Faktor "human error" atau kesalahan manusia dan kerusakan teknis diduga kuat menjadi penyebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak,
"Jika puing-puing (pesawat) terletak antara 1,5 kilometer dari lokasi terakhir komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara - itu artinya (tabrakan) terjadi hanya beberapa detik penerbangan. Ini penerbangan terkontrol. Kru tidak melaporkan adanya kegagalan teknis. Itu artinya kita tidak berbicara tentang pesawatnya, melainkan tentang pilotnya. Kesalahan pilot," tandasnya.
Gerasimov yakin pihak penyelidik juga mempertimbangkan kualifikasi kru untuk penerbangan internasional. Apakah mereka sudah mempelajari medan, pernah melakukan penerbangan serupa sebelumnya, ataukah mereka fasih berbahasa Inggris, lanjutnya.
Pilot senior lain Rusia, Anatoly Knyshow, percaya Sukhoi Superjet 100 itu dipiloti oleh kru berpengalaman dan mereka tidak mendapat informasi yang memadai dari peralatan di kokpit. Ada juga kemungkinan, katanya, kedua pilot tidak mendapat cukup informasi tentang kondisi cuaca dan medan secara spesifik.
Untuk menghindari kecelakaan, pesawat modern dilengkapi dengan sistem peringatan suara dan bunyi, juga warna penanda area berbahaya pada layar radar cuaca.
"Ketika mereka terbang di area datar - lampu hijau (menyala), di atas pegunungan dan area berbahaya - lampu merah," terang Knyshov.
"Tampaknya sistem itu tidak bekerja, tidak sempurna atau ada yang tidak beres. Saya berpendapat aktivitas badai - listrik statis - juga bisa menyebabkan kegagalan sistem tersebut. Itu artinya kru tidak mendapat informasi tentang kondisi aktual," lanjutnya.
Sementara itu, David Learmount, yang pernah bekerja untuk laman berita Flightglobal, mengatakan fakta bahwa penerbangan itu merupakan demonstrasi untuk calon pembeli bisa menjadi bagian penting dari kejadian ini. Dikatannya, banyak kecelakaan penerbangan terjadi ketika pesawat sedang dipamerkan pada calon pembeli.
"IIni penerbangan untuk dipamerkan, penerbangan demonstrasi," katanya kepada RT.com. "Kadang-kadang pilot atau kru sengaja menunjukkan kemampuan maksimal pesawat. Mereka kadang-kadang melakukannya ketika pesawat dengan dengan daratan. Seperti itulah sering kali penerbangan demonstrasi. Kadang-kadang mereka terlalu memaksa. Dan mungkin itu yang terjadi." (*)