Breaking News

Kecelakaan

Sita Sempat Diduga Pelajar SMAN 4

Sesaat setelah kecelakaan, korban meninggal Sita Permatasari (18) sempat diduga pelajar SMAN 4 Cirebon

Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
CIREBON, TRIBUN - Sesaat setelah kecelakaan, korban meninggal Sita Permatasari (18) sempat diduga pelajar SMAN 4 Cirebon. Itu karena korban sulit dikenali akibat luka parah yang dialami.

Selain itu, baju olahraga yang dikenakan korban juga sulit dikenali. Akibatnya, polisi dan penjaga SMAN 7 Cirebon menduga gadis itu merupakan pelajar SMAN 4 Cirebon.

"Polisi nelepon ke saya minta nomor kontak kepala sekolah atau guru SMAN 4. Katanya ada kecelakaan di perempatan By Pass-Perjuangan, dan korbannya diduga pelajar SMAN 4," kata Kepala SMAN 7, Suteja, saat ditemui di sekolah, Selasa (21/2).

Karena diduga pelajar SMAN 4, kata Teja, dia pun memberi tahu kabar itu kepada pihak SMAN 4. Namun tak lama ada informasi jika korban merupakan pelajar SMAN 7 Cirebon.

"Kami langsung sedih dan mencari data siswa atas nama Sita Permatasari. Ternyata benar, dia murid kami. Bahkan dia merupakan anak yang pintar," kata Suteja, sambil berkaca-kaca.

Sita menjadi korban tabrakan di simpang empat Jalan Brigjen Dharsono-Perjuangan, sekitar pukul 06.15. Ketika itu, Sita hendak berangkat sekolah yang beralamat di Jalan Perjuangan, dengan mengendarai Vario merah.

Ketika tiba di simpang empat Brigjen Dharsono-Perjuangan, Sita membelokkan sepeda motor ke kanan, dan di belakangnya ada truk pengangkut semen. Akibatnya tabrakan tak bisa dihindari.

Tubuh Sita terpental dari sepeda motor lalu terlindas truk. Sita pun tewas seketika di lokasi kejadian. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved