Selasa, 26 Mei 2026

Guru Banyak Pilih Ngajar di Kota

BANDUNG, TRIBUN - Implementasi kebijakan pendidikan berkaitan erat dan mampu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). Dan untuk mencapai hal tersebut perlu sinergitas dari pemerintah daerah yang disertai

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Deni Denaswara

BANDUNG, TRIBUN - Implementasi kebijakan pendidikan berkaitan erat dan mampu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). Dan untuk mencapai hal tersebut perlu sinergitas dari pemerintah daerah yang disertai kesadaran keluarga dan dan partisipasi tokoh masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.

Sementara di Kabupaten Tasikmalaya sendiri, memiliki banyak kekurangan dalam masalah pendidikan seperti guru yang lebih banyak memilih ke Kota Tasikmalaya. Serta sarana penunjang pendidikan yang masih kurang.

Menurut mantan Bupati Tasikmalaya, Tatang Farhanul Hakim saat mempertahankan disertasinya yang berjudul "Implementasi Kebijakan Pendidikan dalam Raihan Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Tasikmalaya", di Gedung Pasca Sarjana Unpad, Jumat (10/2),  pasca pemekaran pada tahun 2001, Kabupaten Tasikmalaya memiliki banyak kekurangan seperti kekurangan sumber daya manusia guru.

Guru lebih banyak memilih ke Kota Tasikmalaya. Begitu juga dengan sarana pendidikan, jumlah ruang kelas kurang memadai dibandingkan dengan banyaknya peserta didik untuk tiap jenjang pendidikan.

"Ruang kelas untuk SD tidak sebanding dengan kebutuhan. Justru untuk tingkat SMP sebaliknya," kata Tatang yang meraih gelar doktor ini.

Dicontohkan,  sebagai perbandingan, ruang kelas SD idealnya 1 : 40, sehingga yang dibutuhkan untuk tingkat SD sebanyak 6.242 ruang kelas. Namun yang tersedia hanya 4.941. Dengan begitu kekurangan 1.301 ruang kelas. Begitu juga dengan tingkat SMA/SMK hanya ada 409 ruang kelas, tapi yang tersedia baru 316 ruang kelas.

Sebaliknya tingkat  SMP  terjadi kelebihan ruang kelas . Saat ini tersedia 1.405 ruang kelas sedangkan yang dibutuhkan hanya 1.242 ruang.

"Meski terjadi kekurangan APK di Kabupaten Tasikmalaya mencapai hasil signifikan bila dibandingkan dengan APK yang dicapai Jawa Barat.

Misalnya pada 2006 Kabupaten Tasikmalaya nilai APKnya 96,51. Kemudian 96,16 (2007), 97,77 (2008). Sementara Provinsi Jabar, pada 2006 APK-nya 95,63, kemudian 95,63 (2007) dan 95,56 (2008)," tandasnya. (tif)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved