Enam Warga Lembang Keracunan Nasi Goreng
LEMBANG, TRIBUN - Enam anggota keluarga asal Kampung Nagrak, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dilarikan ke Puskesmas DTP Jayagiri Lembang setelah mengalami muntah. Mereka diduga keracunan setelah memakan nasi
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Deni Denaswara
LEMBANG, TRIBUN - Enam anggota keluarga asal Kampung Nagrak, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dilarikan ke Puskesmas DTP Jayagiri Lembang setelah mengalami muntah. Mereka diduga keracunan setelah memakan nasi goreng pada pukul 07.00, Sabtu (11/2).
Kepala keluarga, Ayi Sutisna (35), mengatakan keenam korban keracunan yang merupakan keluarganya itu adalah istrinya, yakni Imas (30), tiga anak mereka, yakni Cantiwa (6), Wida (5), dan Rahmat (3), mertua Ayi, yakni Toto (70), dan keponakannya, Asep (10).
Awalnya, kata Ayi, Cantiwa adalah korban yang pertama kali mengalami mual dan muntah. Kemudian secara berurutan, Wida dan Rahmat ikut muntah. Begitu pun dengan Toto. Namun, Imas yang memasak nasi goreng tersebut hanya mengalami pusing dan mual.
"Waktu itu saya sedang di kandang sapi dan tidak memakan nasi gorengnya. Ketika pulang, berturut-turut mereka muntah. Saya mencekoki mereka dengan minyak kelapa supaya memuntahkan semua nasi goreng itu. Saya punya firasat mereka keracunan nasi goreng," ujar Ayi saat ditemui di puskesmas.
Cantiwa, kata Ayi, telah memakai seragam dan hendak pergi ke sekolah. Namun, dia muntah di rumah. Setelahnya, Wida dan Rahmat yang sempat bermain pun ikut muntah. Sedangkan Asep muntah di sekolahnya.
Imas menuturkan dia memasak nasi goreng seperti biasanya, tidak ada yang berbeda. Hanya menggunakan nasi yang disimpan di bakul plastik, minyak goreng, kecap, garam, dan penyedap sebagai bahannya.
"Nasinya memang sudah dua hari. Tapi tidak terlihat bercak jamur atau kotor. Putih seperti biasa saja. Tapi kalau bau atau tidak, licin atau tidak, saya tidak tahu," ujar Imas. (aa)