Rabu, 27 Mei 2026

Perempuan Asal Bandung Jadi Detektif di Amerika (2)

Insiprasi Orang Bertubuh Pendek untuk Jadi Polisi

VIA e-mail, Maria bercerita pada Dosen Itenas, Jamaludin, tentang krisis ekonomi di Amerika yang berimbas pada sepinya proyek desain interior. Sebagai pemain baru dalam bisnis konsultan desain interior dan tinggal di kota kecil, Maria kesulitan mengembang

Tayang:

KISAH SEBELUMNYA
TUBUHNYA
tidak tinggi untuk ukuran rata-rata orang yang hidup di Benua Amerika. Namun ia membuktikan dengan mimpi dan kerja keras tidak ada yang tidak mungkin untuk diwujudkan. Sebelas kali ditolak menjadi anggota sheriff di negara bagian Florida, tidak menyurutkan niatnya untuk terus mencoba. Alhasil saat tes yang ke-12 ia diterima.  Maria Ester Indrasari (36), wanita kelahiran Bandung ini, kini bertugas di unit lakalantas di Lake Worth, Florida.

VIA e-mail, Maria bercerita pada Dosen Itenas, Jamaludin, tentang krisis ekonomi di Amerika yang berimbas pada sepinya proyek desain interior. Sebagai pemain baru dalam bisnis konsultan desain interior dan tinggal di kota kecil, Maria kesulitan mengembangkan bisnis dalam kondisi seperti itu.  Dia kemudian mencoba mencari pekerjaan menjadi pegawai pemerintahan, dan yang dia bidik adalah polisi yang merupakan salah satu cita-citanya.

"Dia pernah melamar ke FBI, tapi ditolak dengan alasan pendidikannya terlalu spesifik," kata Mang Jamal, sapaan akrab Jamaludin kepada Tribun.

Jamal menuturkan cerita Maria bahwa polisi di Amerika ada tiga macam, yang pertama adalah Polisi Federal yang dikenal dengan sebutan FBI (Federal Bureau of Investigation). Kemudian polisi negara bagian (state police, contohnya polisi patroli jalan raya seperti di film CHIPS), polisi kota seperti  Los Angeles Police Department (LAPD), dan New York Police Department (NYPD). Selanjutnya adalah polisi wilayah yang bertugas di kabupaten dan kecamatan (county) yang dikenal dengan sebutan sheriff, dan anggotanya disebut deputy sheriff.

Jamal mengatakan Maria mendaftar ke Akademi Kepolisian di  Palm Beach State College-Police Academy. Sebelas kali Marie ditolak dengan alasan antara lain bertubuh pendek dan ras Asia. Stereotip perempuan Asia di mata orang Amerika itu memang lemah gemulai.

Setelah  gagal tes 11 kali, pada tes yang ke 12 kalinya dia diterima di Akademi Kepolisian itu dan mengikuti latihan selama enam bulan. Waktu tes, dia menjadi kandidat nomor satu karena nilai tesnya paling tinggi dan merupakan satu-satunya perempuan Asia.

Di Akademi Kepolisian Maria masuk di kelas 137 (angkatan ke 137). Di kelas, itu ada 28 orang dan perempuannya hanya tiga orang.

"Meskipun bertubuh kecil, Maria punya nyali gede, jadi, selama pendidikan dia sering hampir terlibat perkelahian dengan kadet lain yang bikin ulah. Maria yang bertubuh kecil katanya kemudian memberi inspirasi ke yang lain. Banyak yang bertubuh kecil atau pendek juga kemudian melamar jadi polisi," kata Jamal.

Ketika lulus, Maria masuk PBSO (Palm Beach Sherrif Office). Kantor sherrif itu menerima Marie karena kebetulan PBSO membutuhkan polisi dari ras Asia. Marie lalu masuk dinas polisi FTO (field training office) dan bekerja sebagai staff crash investigator alias peneliti kecelakaan di kantor Sherrif Lake Worth Florida County. Dilihat berdasarkan unit kerja, Marie masuk unit traffic yang berpatroli di wilayah Lake Worth.

Untuk menambah kemampuannya sebagai deputy sheriff, Maria setelah tiga tahun menjadi deputy sheriff (mulai 2008), kuliah lagi bidang psikologi forensik di Florida Atlantic University  di kota tempat tinggalnya Boca Raton Florida. (*)

Kisah Selanjutnya: Kangen Makanan Indonesia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved