Organda Tolak Operator Trans Metro yang Baru
BANDUNG, TRIBUN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung bersama Koperasi Bina Usaha Trasnport Republik Indonesia (Kobutri) Jawa Barat dan Koperasi Jasa Angkutan Bandung Tertib (Kobanter) Baru menolak
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Deni Denaswara
BANDUNG, TRIBUN - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung bersama Koperasi Bina Usaha Trasnport Republik Indonesia (Kobutri) Jawa Barat dan Koperasi Jasa Angkutan Bandung Tertib (Kobanter) Baru menolak PT Bianglala Metropolitan Jakarta sebagai pemenang tender Trans Metro Bandung (TMB) Koridor I Cibereum-Cibiru sebagai operator.
Menurut Ketua DPC Organda, Neneng Juraidah, sebagaimana yang diumumkan panitia pengadaan barang/jasa Dinas Perhubungan Kota Bandung nomor 19/PBJ-PPKTMB/I/Dishub/2012, PT Bianglala Metropolitan berhak menjadi operator TMB koridor I selama tahun 2012. Operator baru ini bukanlah operator dari Kota Bandung tapi dari luar kota.
"Ini (pemenang lelang) menjadi pertanyaan. Seharusnya operator lokal yang ikut konsorsium yang bisa menjadi operator," kata Neneng dalam jumpa pers di Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (8/2).
Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPC Kota Bandung Parulian Sondang Hutabarat menegaskan, Organda, Kobutri maupun Kobanter Baru mendesak agar panitia pengadaan barang/jasa TMB koridor I yaitu Dishub Kota Bandung membatalkan PT Bianglala sebagai pemenang lelang. Dan selanjutnya, melimpahkan kepada peserta yang lebih memenuhi pesrsyaratan sesuai ketentuan yang berlaku yaitu Perum Damri Bandung.
Bila hal ini tidak mendapat tanggapan serius dari Dishub, Organda, Kobutri, dan Kobanter Baru akan melakukan aksi besar-besaran di lapangan. "Sebab ini berkaitan dengan perut dan tidak menginginkan adanya operator baru dalam penyelenggaraan pengoperasian TMB koridor I tersebut," kata Parulian. (tif)