Kamis, 11 Juni 2026

Menonton Film-film Baru di Bismegaplex

SEBUAH bus tiga perempat bertuliskan Institut Teknologi Bandung terlihat mangkal di depan gerbang kampus ITB di Jalan Ganesha, Sabtu (4/2).

Tayang:
Editor: Deni Denaswara

SEBUAH bus tiga perempat bertuliskan Institut Teknologi Bandung terlihat mangkal di depan gerbang kampus ITB di Jalan Ganesha, Sabtu (4/2). Di samping bus itu terpasang spanduk bertuliskan "Bismegaplex".

Usut punya usut, bus itu sedang digunakan untuk pemutaran film. Siapa sangka sebuah bus bisa disulap jadi bioskop. Itulah yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB. Untuk memeriahkan Ganesha Film Festival 2012, para mahasiswa kreatif ini membuat sebuah inovasi.

Semua kaca di bus itu ditutup dengan karton hitam agar cahaya dari luar bus tidak masuk dan mengganggu acara menonton. Sebuah layar dibentangkan di bangku paling depan.

"Bus yang diubah menjadi bioskop ini dinamakan Bismegaplex. Bus seperti ini sebelumnya sudah pernah ada di acara Braga Festival 2012," ujar Ghina Marros, Kadiv Acara Ganffest, Sabtu (4/2).

LFM ITB lalu ingin membuat bus serupa di Ganffest. Dengan kapasitas 25 orang dan layar sebesar 1x1 meter, bus ini diharapkan dapat memberikan sensasi tersendiri bagi penonton.

Sebelumnya, Bismegaplex karya LFM ITB ini sudah pernah dibuka untuk umum pada acara pre-event di Car Free Day pada 29 Januari lalu. "Kami juga sempat mengadakan pre-event di Bogor. Penontonnya pun cukup banyak," kata Ghina.

Bismegaplex ini memutar belasan judul film pendek sejak pukul 12.30 hingga sekitar pukul 17.30. Bus ini menarik banyak perhatian. Ini terbukti dari antrean yang tak henti dari para calon penonton, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Semua film yang diputar di sini memang untuk semua umur. Para penonton pun tidak dikenakan biaya sepeser pun.

Ayu (19), seorang penonton Bismegaplex, mengaku puas dengan film yang ia tonton. Film berjudul Teru Teru Bozu yang ditonton Ayu berdurasi sekitar 20 menit. Ketika menonton Ayu mengaku harus agak memiringkan badannya.

"Tadi saya duduk di bangku ketiga dari depan. Kebetulan yang duduk di tempat duduk di depan saya itu orangnya tinggi. Jadi biar tetap bisa nonton, saya harus memiringkan badan," tutur mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini.

Sebanyak 136 film dari seluruh Indonesia masuk ke loker Ganffest pada seleksi awal. Dari jumlah, itu kata Ketua Panitia Ganffest 2012, Nanda Eka Putra, dipilih lima belas film untuk ditayangkan pada rangkaian Ganffest 2012.

Kelima belas film pendek itu selain diputar di bioskop kampus, juga diputar di Bismegaplex. Film-film independen itu punya tema cerita yang berbeda-beda.

"Yang jelas, film-film yang diputar di sini merupakan film-film yang masih fresh. Masih baru," kata Ghina. Kegiatan dua tahunan ini mengusung tema "MOV(I)E ON!" Di tahun  2012. Tema tersebut merupakan sebuah harapan agar dunia perfilman Indonesia kembali move on menuju perbaikan. (*)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved