Memecahkan Teka-teki Egypt Adventure
HELAI kain hitam terbentang mengitari lapangan kecil di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Kain itu ditopang sejumlah bambu yang berdiri, dan membentuk dinding dari kain. Di depan pintu masuk dinding kain itu, berdiri tegak dua menara kuning yang
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Deni Denaswara
HELAI kain hitam terbentang mengitari lapangan kecil di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Kain itu ditopang sejumlah bambu yang berdiri, dan membentuk dinding dari kain. Di depan pintu masuk dinding kain itu, berdiri tegak dua menara kuning yang terbuat dari gabus.
Menara itu setinggi sekitar dua meter, dan berbentuk seperti fondasi di Mesir. Motifnya pun dibikin sedemikian rupa, untuk menyerupai motif di negara kaum Firaun tersebut. Wahana ini diberi nama Egypt Adventure atau bertualang ala Mesir yang dipersembahkan khusus bagi pengunjung ITB Fair 2012 selama dua hari.
Untuk menikmati petualangan itu, pengunjung hanya membayar Rp 3.000 per orang. Pengunjung yang masuk haruslah lima orang. Nantinya mereka akan bekerja sama melewati setiap kamar di wahana ini. Untuk melewati setiap kamar, ada teka-teki yang harus dipecahkan.
Manager Entertain ITB Fair 2012, Ilhamsyah, mengatakan, ada lima kamar atau lima langkah. Kamar terakhir merupakan tempat yang harus dituju pengunjung. Di kamar kelima, pengunjung akan mendapatkan sesuatu yang menarik kalau berhasil melewati empat kamar sebelumnya.
"Di kamar pertama, pengunjung harus menyelesaikan misi mencari barang di kamar Indiana Jones. Ada kunci dan kitab tersembunyi," katanya ketika ditemui Tribun di kampus ITB, Minggu (5/2) siang.
Setelah menemukan kunci dan kitab, pengunjung harus berjalan ke kamar kedua. Kamar ini disebut kamar Cleopatra. Di sini, pengunjung akan disambut dua perempuan yang mengenakan kostum ala Cleopatra. Mereka duduk di tempat tidur, yang guling dan bantalnya dilapisi emas.
Dua perempuan itu akan membantu memberikan kode kepada pengunjung. Selain itu, di kamar kedua ini ada puzzle Mesir kuno yang juga harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Begitu menyelesaikan kamar kedua, pengunjung akan mendapatkan tantangan baru di kamar ketiga.
Di kamar ketiga, pengunjung akan menuruni tangga dan dikejar sejumlah mumi. Selain itu, ada beberapa ular mainan yang siap menyambut pengunjung. Kalau sudah melewati kamar ketiga, pengunjung dipersilakan menuju kamar keempat.
"Kamar ini yang paling sulit. Pengunjung harus memecahkan kode di kamar keempat. Ada juga permainan mencabut balok dari tumpukan dan tidak membuat tumpukan itu jatuh," kata pria berusia 21 tahun ini.
Begitu melewati kamar keempat, pengunjung harus memilih tiga pintu untuk menuju kamar kelima. Hanya satu pintu yang mengarahkan pengunjung ke kamar kelima, yaitu pintu yang terdapat mainan ular karet yang bergantungan di atas.
Kalau berhasil melewati semua kamar, pengunjung akan diberi kesempatan mengambil gambar bersama panitia yang berkostum ala Firaun di kamar kelima. Rata-rata waktu yang digunakan pengunjung untuk menyelesaikan wahana ini adalah 10 menit.
"Pada malam pertama, kami kewalahan menghentikan pengunjung yang ingin bermain wahana ini. Bahkan bukanya sampai tiga jam, padahal hanya ada dua jam. Paling tidak dalam waktu tiga jam, ada sekitar 200 pengunjung. Kalau gagal teka-teki, ya paling hanya lima sampai enam menit. Kalau berhasil sampai 10 menit," kata Ilhamsyah. (*)