Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Hujan Tak Surutkan Warga Ikuti Pajang Jimat
HUJAN yang mengguyur Kota Cirebon, Minggu (5/2) malam tak menyurutkan semangat ribuan warga untuk menyaksikan ritual Pajang Jimat di Keraton Kasepuhan. Bahkan ketika air hujan menggenangi kompleks keraton hingga semata kaki orang dewasa, warga tetap bert
Penulis: roh | Editor: Deni Denaswara
HUJAN yang mengguyur Kota Cirebon, Minggu (5/2) malam tak menyurutkan semangat ribuan warga untuk menyaksikan ritual Pajang Jimat di Keraton Kasepuhan. Bahkan ketika air hujan menggenangi kompleks keraton hingga semata kaki orang dewasa, warga tetap bertahan.
Mereka tidak tergoyahkan, karena baginya, ritual Pajang Jimat merupakan ritual yang ditunggu-tunggu. Namun ada pula beberapa warga yang mencoba berteduh di bangsal-bangsal keraton, guna menghindari guyuran hujan.
Minggu malam, Keraton Kasepuhan Kota Cirebon menggelar ritual Pajang Jimat. Ritual tersebut merupakan puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan keraton.
Selain ribuan warga yang datang dari sejumlah daerah, Menteri Koordinmator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono pun hadir dalam acara tersebut. Selain itu, ada pula Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Slamet Subianto, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dave Laksono, dan Mantan Bupati Indramayu yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Irianto MS Syafiudin.
Ritual Pajang Jimat merupakan acara rutin yang digelar Keraton Kasepuhan setiap kali memeringati Kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada 12 Rabiul Awal. Ritual diisi dengan pembacaan Kitab Barzanji yang berisi tentang sejarah Nabi Muhammad SAW. Sebelum pembacaan Kitab Barzanji, dilakukan iring-iringan nasi jimat yakni nasi yang ditaruh di atas panjang (piring besar) dari keraton ke langgar agung.
Seusai pembacaan Kitab Barzanji, nasi jimat kemudian disantap. Biasanya momen ini paling ditunggu-tunggu karena warga memercayai jika nasi jimat akan memberi keberkahan. Karena itu, tak sedikit warga berebut nasi jimat.
Pada Pajang Jimat tahun ini, Sultan Kasepuhan, Sultan Arief Natadiningrat mengimbau kepada masyarakat untuk mencontok akhlak Nabi Muhammad SAW. "Antara lain, berpasrah dalam semua aspek kehidupan hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi manusia yang santun dan beradab, menjaga persaudaraan dan ukhuwah dengan penuh toleran dan tepo seliro, menyelesaikan permasalahan dengan damai dan musyawarah mufakat, serta membantu kaum dhuafa dan gotong royong," ujar Arief.
Selain di Keraton Kasepuhan, ritual Pajang Jimat juga digelar di Keraton Kanoman dan Kacirebonan. Ribuan warga pun memadati Keraton Kanoman dan Kacirebonan, guna menyaksikan ritual Pajang Jimat.
Meski hujan sepanjang malam, warga tetap bertahan karena mengharapkan keberkahan dari acara Maulid Nabi. Bahkan warga sudah berdatangan sejak beberapa hari sebelum puncak Maulid Nabi. Mereka sengaja datang ke keraton guna bersilaturahmi dengan sultan atau raja. (roh)