Dampak Aksi Buruh, Rating Indonesia Berpotensi Anjlok
BANDUNG, TRIBUN - Sejauh ini, Indonesia, khususnya, Jabar, memiliki banyak keuntungan dan potensi besar dalam perekonomian. Kondisi itulah yang membuat republik ini, khususnya tatar Pasundan, dilirik banyak investor.
Penulis: | Editor: Deni Denaswara
BANDUNG, TRIBUN - Sejauh ini, Indonesia, khususnya, Jabar, memiliki banyak keuntungan dan potensi besar dalam perekonomian. Kondisi itulah yang membuat republik ini, khususnya tatar Pasundan, dilirik banyak investor.
Tidak heran, perkembangan itu membuat Indonesia tercantum dalam Investment Grade, sebagai salah satu negara idaman para investor. Akan tetapi, belum lama ini, ribuan buruh asal Kabupaten Bekasi berunjuk rasa. Dalam aksi itu, mereka melakukan pemblokiran ruas tol Cikampek.
Secara ekonomi, aksi tersebut menimbulkan kerugian yang luar biasa besarnya. Karenanya, banyak investor mancanegara, terutama asal Korea Selatan dan Jepang, yang mengeluarkan ultimatum. Isinya, mereka berencana menarik dan memindahkan seluruh investasinya jika tidak mendapat jaminan dan kepastian hukum di tanah air.
"Benar. Aksi buruh beberapa waktu lalu cukup berpengaruh pada perekonomian Indonesia, khususnya, Jabar," tandas Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Deddy Widjaya, Senin (6/2).
Bahkan, Deddy berpendapat, terjadinya aksi buruh yang berujung pada pemblokiran ruas tol tersebut berpotensi menyebabkan anjloknya rating Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi. "Itu bisa saja terjadi. Soalnya, yang paling dibutuhkan para investor asing yaitu adanya kepastian hukum," tegas Deddy. (win)