Pasokan Batu Bara Terhambat Rugikan TPT
BANDUNG, TRIBUN - Sekretaris DPD Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Kevin Hartanto, mengiyakan bahwa saat ini, pasokan batu bara bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT), khususnya pencelupan, terhambat. Itu terjadi karena cuaca buruk yang
Penulis: | Editor: Deni Denaswara
BANDUNG, TRIBUN - Sekretaris DPD Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Kevin Hartanto, mengiyakan bahwa saat ini, pasokan batu bara bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT), khususnya pencelupan, terhambat. Itu terjadi karena cuaca buruk yang terjadi saat ini membuat pengapalan terhambat.
Menurutnya, apabila pasokan batu bara tersendat, proses produksi industri-industri TPT, khususnya, pencelupan, menjadi terhambat. Tentunya, sambung Kevin, hal itu dapat merugikan para pelaku industri pencelupan.
Dikatakan, seandainya industri pencelupan mengganti peralatannya oleh mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), hal itu memerlukan biaya yang sangat besar. "Bahkan, lebih tinggi 100 persen daripada biaya operasional menggunakan batu bara," tutur Kevin, Kamis (2/2).
Kevin melanjutkan, apabila produksi terhambat, hal itu sangat merugikan. Kerugiannya, kata dia, mencakup berbagai hal. Misalnya, produksi menjadi lebih lama. Artinya, jelas dia, tidak sesuai jadwal.
Jika hal itu terjadi, tambah Kevin, tidak tertutup kemungkinan, pelaku industri melakukan re-schedulling dengan buyers. Efeknya, pendistribusian pun menjadi lama. "Situasi ini berpotensi membuat industri terkena penalti karena keterlambatan produksi dan pendistribusian," tukasnya.
Soal nilai kerugian, Kevin memperkirakan, apabila proses produksi terhambat karena pasokan batu bara pun terganggu cuaca buruk, nilainya dapat mencapai miliaran, bahkan puluhan miliar rupiah. (win)