Wagub Jabar Sebut Jalan Alternatif Terbukti Kurangi kemacetan di Masa Mudik Lebaran
Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penggunaan jalan alternatif terbukti ampuh menghindari kemacetan lalu lintas di jalur utama saat masa mudik Lebaran.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan penggunaan jalan alternatif dengan kondisi fisik baik terbukti ampuh menghindari kemacetan lalu lintas di jalur utama saat masa mudik Lebaran.
Jalan alternatif juga disebut Uu Ruzhanul Ulum sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pelosok dan perbatasan.
Ia mencontohkan saat menggunakan jalur alternatif dari Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya ke arah Cineam dan berakhir di Cijulang di Kabupaten Pangandaran, dua hari setelah Idulfitri tahun ini.
Melalui jalur tersebut, Uu Ruzhanul Ulum mengaku hanya membutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai Kabupaten Pangandaran dalam rangka silaturahmi keluarga.
Hal berlawanan terjadi saat ia mengambil jalur pulang ke Manonjaya dari Pangandaran melalui jalur utama Banjar-Ciamis-Tasikmalaya.
Ia membutuhkan waktu sampai 7 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.
"Kami ingin memantau perjalanan arus balik Idulfitri lewat jalur utama, ternyata sampai 7 jam perjalanan. Untungnya pengendara tertib dalam berlalu lintas dan mematuhi semua arahan bertugas, mau bersabar menunggu sistem oneway. Kalau tidak, bisa lebih lama di jalan," kata Uu Ruzhanul Ulum saat dihubungi melalui ponsel, Sabtu (8/6/2019).
• Ini Puncak Arus Balik Keberangkatan di Terminal Leuwipanjang
• Macet Parah di Jalur Puncak Bogor, Penumpang Turun dari Mobil dan Jalan Kaki
Berbekal pengalaman dalam membangun jalan alternatif dan jalan pelosok saat menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, Uu bersama Gubernur Ridwan Kamil memprioritaskan konektivitas dan kualitas jalan di pelosok serta perbatasan melalui program Jalan Mulus (Jamu).
"Bukan jadi jalan alternatif saja, membuat jalan mulus di pelosok pun meningkatkan ekonomi warga, juga memudahkan aktivitas mereka dalam menjangkau akses kesehatan dan pendidikan. Dulu di pinggir jalan alternatif itu, hampir semua rumahnya panggung, sekarang sudah rumah tapak kebanyakannya. Toko banyak, masjid jadi pada bagus," kata Uu Ruzhanul Ulum.
Uu mengatakan ada banyak jalan pelosok, desa, atau perbatasan, yang bisa dijadikan jalan alternatif tersebut di Jabar. Pihaknya tengah menginventarisasi dan prioritas jalan-jalan tersebut di Jabar untuk diperbaiki atau dibangun melalui Pemerintah Provinsi Jabar.
Pembangunan jalan ini, katanya, difokuskan ke kawasan selatan Jabar. Dengan demikian, konektivitas jalan di selatan Jabar ini akan sama baiknya dengan kawasan utara Jabar.
• Libur Lebaran, Wabup Subang Berkemah di Negeri di Atas Awan : Sunrise-nya Amazing
• All Indonesian di Australian Open 2019, Jonatan Christie Tantang Anthony Sinisuka Ginting
Menurut Uu, hal tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jabar sejak dulu, termasuk pembangunan lintas pantai selatan Jabar yang membentang dari Sukabumi ke Pangandaran. Uu mengatakan pihaknya tinggal meningkatkan konektivitas jalannya dari jalur tengah ke selatan Jabar.
Pembangunan atau perbaikan ruas jalan baru, kata Uu Ruzhanul Ulum, sejalan dengan penambahan jumlah kendaraan di Jabar yang mencapai sekitar 12 persen per tahun.
Dengan banyaknya akses, pihak berwenang dapat mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif saat terjadi kemacetan lalu lintas sekaligus berfungsi untuk mengurai kepadatan lalu lintas.