Dapur Umum Siapkan 500 Paket Makan untuk Berbuka dan Sahur Bagi Warga Terdampak Longsor Cililin

Tagana Bandung Barat menyiapkan 500 paket untuk warga terdampak, terancam, dan relawan di lokasi longsor Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung,Cililin

Dapur Umum Siapkan 500 Paket Makan untuk Berbuka dan Sahur Bagi Warga Terdampak Longsor Cililin
Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Sejumlah warga saat dibawa oleh tim Tagana dari lokasi longsor menuju dapur umum yang berada di dekat Kantor Desa Kidangpananjung, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CILILIN - Tim Tagana Bandung Barat menyiapkan sebanyak 500 paket untuk warga terdampak, terancam, dan relawan yang ada di lokasi longsor Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin.

Paket makan ini akan dimasak di dapur umum yang telah didirikan dekat Kantor Desa Kidangpananjung.

Paket yang disediakan itu, menurut Ketua Tagana FK Bandung Barat, Andi Setiawan dibagi masing-masing 250 paket untuk berbuka dan 250 untuk sahur.

Bantuan makanan ini, kata Andi, berasal dari Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Bandung Barat.

"Alhamdulillah kami dapatkan bantuan berupa beras, makanan siap saji, bumbu-bumbu, dan perlengkapan bahan masakan lainnya dari Kemensos dan Dinsos KBB," ujarnya di Kidangpananjung, Rabu (15/5/2019).

Tanah di Sekitar Lokasi Longsor Labil, Dapur Umum Dibangun Empat Kilometer dari Lokasi

Sementara itu, Sekretaris Desa Kidangpananjung, Asep Sutisna mengaku pihaknya meminta bantuan terkait air bersih untuk korban terdampak dan terancam yang berada di lokasi, karena sumber air terputus akibat longsor.

Selain itu, Asep juga berharap adanya alat berat guna membersihkan material-material longsor dan menghubungkan kembali jalan yang tertimbun dan terputus akibat longsor.

Logistik Buka Puasa dan Sahur Dikirim, Besok Dapur Umum Dibangun di Lokasi Korban Longsor Cililin

"Alhamdulillah tim Geologi pun sudah datang untuk melakukan pengecekan kondisi tanah yang ada di sini untuk memastikan apakah memang layak atau tidak digunakan sebagai tempat tinggal," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved