Hari Buruh

30 Persen Perusahaan di Kota Tasikmalaya Belum Bayar Pekerjanya Sesuai UMK

Berdasarkan catatan dinas ketenagakerjaan, masih terdapat sekitar 30 persen perusahaan di Kota Tasikmalaya

30 Persen Perusahaan di Kota Tasikmalaya Belum Bayar Pekerjanya Sesuai UMK
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Ilustrasi buruh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Berdasarkan catatan dinas ketenagakerjaan, masih terdapat sekitar 30 persen perusahaan di Kota Tasikmalaya belum membayar pekerjanya sesuai upah minimum kota/kabupaten (UMK).

"Tahun kemarin ada 40 persen, kalau tahun ini menurut data Disanaker ada 30 persenan yang belum mengupah sesuai UMK. Nanti kami akan klarifikasi satu persatu," kata Sekretaris daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan usai menerima aksi massa hari buruh di Bale Kota, Rabu (1/5/2019).

Dari banyaknya perusahaan yang tidak memberi upah sesuai UMK sektor distribusi perdagangan disebutnya yang terbanyak.

"Nanti akan kami lihat apakah perusaahaan itu mampu atau tidak untuk memberikan UMK, perlakuannya akan berbeda tentunya," lanjut Ivan.

Sebagai informasi, jumlah UMK di Kota Tasikmalaya ialah sebesar Rp 2.086.000.

Aliansi mahasiswa Tasikmalaya, mendesak pemkot untuk segera mendata dan memberi kejelasan terhadap perusahaan yang tidak memberi upah sesuai UMK tersebut.

Lagi, 2 Petugas KPPS di KBB Meninggal, Didiagnosa Sakit Lambung dan Darah Rendah

Perwakilan aliansi mahasiswa Tasikmalaya, Boby Nugraha mengatakan pihaknya memberikan tenggat waktu selama 5 hari kepada pemkot untuk melakukan itu dari hari ini.

"Kami minta dinas terkait mengumpulkan perusahaan yang masuk 30 persen belum mengupah sesuai UMK. Lima hari kami beri deadline, nanti kalau tidak terpenuhi maka kami akan menggelar konsolidasi juga dengan serikat buruh," kata Boby.

Di sisi lain menurut Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Solidaritas Indonesia Perjuangan (FSPSIP) Kota Tasikmalaya Rino Lesmana jumlah UMK yang saat ini jauh dari kata layak.

Sering Diperdebatkan, Bolehkah Ziarah Kubur Sebelum Bulan Puasa? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Menurutnya jumlah nominal segitu cukup kentara dengan kondisi pembangunan industri yang ada di Kota Tasikmalaya.

"Kami lihat progres belum terlalu signifikan. Harapan kami sesuai dengan tujuan kota tasik yang ingin jadi pusat industri di priangan timur. Sekarang tentu masih kurang," kata dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved