Hari Kartini, Kiprah Kartini Semasa Hidup, Tak Lepas dari Sosok Ibu dan Situasi Pada Masa Itu

Siapa yang tak kenal dengan sosok RA Kartini? Kartini adalah sosok perempuan pahlawan dan merupakan pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: Ichsan
ISTIMEWA
RA Kartini 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siapa yang tak kenal dengan sosok RA Kartini? Kartini adalah sosok perempuan pahlawan dan merupakan pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Kiprah Kartini ternyata tak lepas dari sosok ibu kandungnya, Ngasirah. Berikut sepenggal kisah kiprah Kartini, yang dikutip Tribunjabar.id, dari Kompas.com.

Kiprah Kartini semasa hidupnya, berawal dari melihat penderitaan sang ibu karena menjadi selir ayahnya.

Kartini sejak kecil sudah hidup di antara adat poligami, sehingga ia sudah memahami hal itu sejak kecil. Ngasirah yang merupakan istri dari ayahnya Kartini, Djojo Adhiningrat, harus rela dimadu.

Ketika itu, Djojo Adhiningrat akan menjadi bupati, dan harus menikah dengan seorang darah biru, akhirnya berpoligami dengan putri Raja Madura.

Ngasirah yang bukan dari kalangan bangsawan atau darah biru, tak boleh tinggal di kamar di pendopo.

Dia pun bukan permaisuri sehingga hanya boleh tinggal di bagian belakang. Sejak saat itu, Kartini mengangkat orang-orang marginal, termasuk ibunya sendiri.

Kartini yang termasuk dari keluarga darah biru, namanya pun menjadi Raden Ajeng Kartini. Namun, ia tidak ingin namanya ditambahi gelar Raden Ajeng.

Pasalnya, jika memakai atribut itu, dia akan dipisahkan dari ibunya Ngasirah. Sehingga ia minta dipanggil Kartini saja.

Pelopor Pendidikan Perempuan

Kiprah Kartini yang banyak dikenal adalah merupakan seorang pelopor pendidikan perempuan.

TONTON LIVE STREAMING Liga Dangdut Indonesia 2019 Malam Ini, Minggu (14/4/2019) Seru Nih

Kartini sudah sejak lama mengidam-idamkan ingin bersekolah di Nederland, sekolah di Eropa bersama adik-adiknya.

Disana juga Kartini memiliki banyak sahabat. Melalui sahabat-sahabat Kartini di Belanda, pemikiran Kartini telah menggetarkan jagat intelektual Belanda.

Ia sering mengirimkan surat pada sahabat-sahabatnya disana. Ovink-Soer dan Stella menjadi sahabat pena Kartini untuk mencurahkan hati akan banyak hal.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved