Program Dreamable Pertamina, Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Mandiri dan Kendalikan Emosi

Belasan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan tekun menanam bibit sayuran seperti tomat, terong dan cabai saat

Program Dreamable Pertamina, Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Belajar Mandiri dan Kendalikan Emosi
istimewa
Program Dreamable Pertamina 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG– Belasan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan tekun menanam bibit sayuran seperti tomat, terong dan cabai saat penanaman tanaman keras di kebun halaman sekolah PKBM Hidayah, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Sekolah yang dikelola warga secara mandiri ini, melakukan aktivitas sehari-hari dengan dukungan dari Pertamina Marketing Operation Region III, melalui program yang diberi nama Dreamable.

Berbagai kegiatan yang dilakukan, selain belajar di kelas ada juga kegiatan aktivitas luar ruang seperti olah raga, berkebun, membersihkan halaman, dan bersih sampah di sepanjang sungai Citarum, yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Ini mendorong anak-anak berkebutuhan khusus agar belajar mengendalikan emosi serta menanamkan kemandirian.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami mengatakan program Dreamable ini merupakan program yang diinisiasi awal tahun 2018. Pertamina turut serta dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan bagi anak – anak berkebutuhan khusus di sekitar wilayah operasi perusahaan dengan menggandeng PKBM Hidayah yang dikelola masyarakat setempat.

Program ini merupakan replikasi sekaligus pengembangan dari kegiatan Omaba (Ojek Makanan Sehat Balita) di Kecamatan Bojongsoang, dimana anak-anak di wilayah tersebut tidak hanya mengalami gizi buruk namun juga berkebutuhan khusus.

“Kegiatan berkebun sangat membantu dalam mengarahkan anak-anak tersebut melakukan aktivitas bermanfaat, menumbuhkan kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa anak-anak agar bisa bersosialisasi dengan orang lain dan masyarakat, mengenalkan lingkungan untuk membentuk keberanian sekaligus kemandirian pada anak berkebutuhan khusus agar mereka tidak selalu bergantung pada orang lain,”kata Dewi disela kegiatan CSR Pertamina MOR III di lokasi Dreamable PKBM Hidayah, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (16/3/2019).

Ditangkap KPK, Video Rommahurmuziy Viral Antara Pejabat dengan Penjahat Itu Beda Tipis [VIDEO]

Ia mengatakan, kegiatan Dreamable ini berawal dari inisiatif warga Desa Tegalluar yang mendata anak berkebutuhan khusus di sekitarnya serta memfasilitasi sekolah non-formal dengan memanfaatkan rumah warga dengan menjadi guru relawan.

Kegiatan positif ini telah merangkul 34 anak berkebutuhan khusus di 6 desa yang berada di Kecamatan Bojongsoang. Pihaknya ingin mengedukasi juga bahwa dibalik keterbatasan, sebenarnya anak – anak ini punya potensi yang bisa dikembangkan.

Pihaknyajuga telah berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk dapat memfasilitasi pengembangan potensi anak – anak, dengan melakukan serangkaian assessment untuk memantau pengembangan anak dan bantuan pendidikan lainnya seperti alat belajar dan pelatihan untuk pengembangan relawan pengajar disamping diberikan pula materi pengembangan potensi lainnya.

Sementara itu, Guru sekolah non-formal PKBM Hidayah, Yulianti, mengatakan dengan semangat membesarkan anaknya yang juga berkebutuhan khusus, sekolah non-formal yang didirikan ini diharapkan dapat memotivasi orang tua lainnya, serta membantu anaknya untuk bisa mengejar ketertinggalan pendidikan di usianya.

Menjelang Debat, Sandiaga Dapat Dukungan Moral dari AHY, Main Basket Bareng terus Santap Bubur

“Saya berangkat membangun sekolah non-formal ini karena saya yakin bahwa anak saya saja bisa sekarang dan mau belajar, pastinya anak – anak lain juga bisa. Selain bertujuan untuk mengembangkan potensi anak – anak ini, salah satunya adalah memotivasi orang tuanya agar bisa mendukung anaknya untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata Yulianti.

Sinergi Pertamina dan masyarakat telah mengantarkan sekolah non formal Dreamable sebagai tempat alternative bagi anak berkebutuan khusus dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang terjangkau. Karena jumlah anak berkebutuhan khusus di lingkungan Kecamatan Bojongsoang sangat banyak, dan berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved