Angka Pengangguran di Garut Masih Tinggi, Data yang Ada Sebut Capai Puluhan Ribu Penganggur

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut menyatakan jumlah lapangan pekerjaan di Garut masih sangat kurang.

Angka Pengangguran di Garut Masih Tinggi, Data yang Ada Sebut Capai Puluhan Ribu Penganggur
tribunnews.com
Ilustrasi pengangguran.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut menyatakan jumlah lapangan pekerjaan di Garut masih sangat kurang.

Meski saat ini sudah ada 711 perusahaan yang melapor menerima karyawan dari Garut, hal tersebut belum bisa menutup jumlah pengangguran di Garut.

“Berdasarkan data dari badan pusat statistik di tahun 2016, ada sekitar 65 ribu warga yang menganggur. Tentunya setiap tahun jumlahnya mengalami peningkatan. Apakah karena mereka lulus sekolah atau kuliah,” ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Rd Tedi MSi, Jumat (1/3/2019).

Jika mengacu pada jumlah pekerja dan lulusan, lanjutnya, peningkatan angka pengangguran mencapai lebih dari 10 persen setiap tahunnya yang membuat kartu kuning.

“Jika melihat data dari BPJS, jumlah karyawan saat ini mencapai lebih dari 40 ribu. Jika berdasarkan data jumlah karyawan, jumlahnya mencapai 46 ribu,” katanya.

Dengan kondisi ini, setiap menyelenggarakan pengumuman lowongan kerja, pasti dipenuhi oleh para pelamar. Wajar saja hal tersebut terjadi karena masih tingginya angka pengangguran di Kabupaten Garut.

Gedung Sate Cuma Dijaga 9 Kamdal, Sekda: Biro Umum dan Biro Pengadaan Barang & Jasa Kurang Sigap

Namun demikian, diakuinya lowongan kerja yang ada tersebut belum bisa menyerap secara maksimal jumlah pekerja.

“Kalau untuk operator kan mungkin tidak bisa mereka lulusan kuliah. Mereka yang sarjana juga mungkin tidak mau menjadi buruh di pabrik dan maunya penghasilannya lebih dari itu,” ucapnya.

“Untuk sekarang saja ada lowongan untuk 4.106 pekerja dalam job fair yang kita gelar dari 15 perusahaan di Garut. Tapi ini kebanyakan di pabrik sebagai operator. Tentunya ini bagi mereka yang lulusan SMA atau SMK. Mungkin ada posisinya untuk sarjana, tetapi jumlahnya terbatas," katanya.

Terekam Ajak Mendukung Salah Satu Capres, Kepala Desa di Garut Dipanggil Bawaslu

Selain itu, permasalahan pengangguran terjadi karena belum siapnya sumber daya manusia dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan. Seperti saat ini di Garut membutuhkan pekerja dengan kemampuan sebagai penjahit atau operator.

“Di Garut sekarang serapan tenaga kerja banyaknya di sektor garmen. Tentu pekerja yang dibutuhkan yang kaitannya dengan itu. Kita juga di balai latihan kerja hanya bisa melatih paling maksimal 64 orang saja,” ujarnya. (firman wijaksana)

Jadwal Live Indosiar Persib Bandung Vs PS Tira Persikabo, Laga Pembuka Piala Presiden 2019 [VIDEO]

Persib Sudah Kantongi Kekuatan Tira Persikabo, Begini Pernyataan Radovic Termasuk Soal Vizcarra

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved