Keren, Alumni BaCAA Pamerkan Karya Senirupa Kontemporer di Lawangwangi Creative Space

BaCAA adalah acara penghargaan seni yang bertujuan untuk merangsang perkembangan senirupa kontemporet di Indonesia

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Blurred Series, "I'm Number One, You're Number Two", karya Muhammad Vilhamy dalam Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) di Lawang Wangi Creative Space, Kota Bandung, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Seniman senirupa kontemporer alumni Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) memamerkan hasil karya senirupa kontemporer di Lawang Wangi Creative Space.

BaCAA adalah acara penghargaan seni yang bertujuan untuk merangsang perkembangan senirupa kontemporet di Indonesia dan berupaya meningkatkan partisipasi para seniman dalam kancah senirupa internasional.

Pameran senirupa kontemporer BaCAA menjadi hal yang baru untuk menambah pengetahuan mengenai wacana senirupa kontemporer dan praktik senirupa kontemporer.

Di pameran ini, pengunjung bisa melihat bagaimana karya para seniman yang terus berupaya berkontribusi terhadap perkembangan senirupa kontemporer di Indonesia.

Pameran bertajuk "BaCAA Assemblage: A re-collection of BaCAA Prior Finalist from 2010-2017" juga digelar untuk membuktikan peta baru mengenai praktik senirupa kontemporer Indonesia oleh seniman-seniman Indonesia.

Liverpool Kian Dekat Trofi Juara Liga Inggris, Mohamed Salah Merasa Tertekan

Media Cina Klaim Bukti Song Hye Kyo dan Song Joong Ki di Ambang Cerai, Ada Beberapa Kejanggalan

Beberapa karya seniman senirupa kontemporer alumni Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) di Lawang Wangi Creative Space, Kota Bandung, Jumat (22/2/2019).
Beberapa karya seniman senirupa kontemporer alumni Bandung Contemporary Art Award (BaCAA) di Lawang Wangi Creative Space, Kota Bandung, Jumat (22/2/2019). (Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati)

Pameran yang diadakan oleh Artsociates ini dibuka untuk publik, mulai 22 Februari hingga 22 Maret 2019.

Pameran para alumni finalis BaCAA Assemblage ini mengusung tema politik media.

Politik yang dimaksud bukan konteks pemilihan presiden dan legislator tetapi politik dalam pengetahuan seni.

Andonowati, Direktur Artsociates juga penggagas dan penyelenggara BaCAA mengatakan, kesuksesan para seniman yang pernah mengikuti BaCAA ini membuatnya mengadakan sebuah lagi pameran bersama bagi para Finalis BaCAA.

Andonowati mengaku pameran reuni alumni BaCAA ini merupakan sebuah upaya untuk menunjukkan BaCAA sudah menjadi eksosistem senirupa kontemporer Indonesia.

"Pameran ini tidak lagi mengusung isu mengenai seniman muda dalam perkembangan senirupa kontemporer tetapi justru distribusi pengetahuan mengenai praktik senirupa kontemporer," ujarnya di Lawangwangi, Jumat (22/2/2019).


Kurator pameran Assemblage, Rizki Ahmad Zaelani, ,mengatakan karya seni kontemporer yang ada di pameran ini bisa diperbandingkan dengan platform kontemporer yang ada di global.

"Dengan cara begitu, makin ke sini karya peserta BaCAA menguatkan kemunculan karya yang referensial, kalau tidak referensial bagaimana karyanya bisa bersaing secara global?," ucap Rizki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved