Terjadi Kericuhan saat Presiden Mendarat di Bandung, Pasukan TNI AU Langsung Bertindak [Simulasi]

Simulasi tersebut digelar menggunakan berbagai skenario seperti penyebaran hoaks, perusakan beberapa fasilitas umum, komplek militer, kepolisian

Terjadi Kericuhan saat Presiden Mendarat di Bandung, Pasukan TNI AU Langsung Bertindak [Simulasi]
Tribunjabar.id/Daniel Andreand Damanik
Situasi simulasi pengamanan Pemilu 2019 yang dilaksanakan jajaran Lanud Husein Sastranegara Bandung, Kamis (21/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjaga keamanan dan mengantisipasi berbagai gangguan serta ancaman, jajaran Lanud Husein Sastranegara Bandung, menggelar simulasi pengamanan, Kamis (21/2/2019).

Acara simulasi tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Lanud Husein Sastranegara Bandung Kolonel Pnb Bayu Hendra Permana beserta jajarannya. Simulasi berlangsung di sekitar Lanud Husein Sastranegara Bandung.

"Ini untuk melatih pasukan anti huru-hara yang kami miliki untuk menjaga kstariaan. Waktunya memang berdekatan dengan pesta demokrasi, Pemilu 2019. 100 personel dikerahkan untuk simulasi ini," kata Kolonel Pnb Bayu Hendra Permana, Kamis (21/2/2019).

Simulasi tersebut digelar menggunakan berbagai skenario seperti penyebaran hoaks, perusakan beberapa fasilitas umum, komplek militer, kepolisian, dan bandara.

Isu lainnya yang dimasukkan dalam skenario simulasi pengamanan tersebut ialah, adanya "Black Campaign" yang menuntut Presiden RI agar mengusut tuntas kasus tersebut.

Kisah 4 Pengamen yang Beri Hormat Pada Soeharto, Diundang Nyanyi di Hari Ulang Tahun Tien Soeharto

Skenarionya, Presiden RI berkunjung ke Bandung dan pesawat Kepresidenan mendarat di Lanud Husein Sastranegara Bandung, massa pun sudah berbondong-bondong menunggu kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk meminta agar segera mengusut permasalahan Pemilu 2019.

Berbagai perlengkapan demonstrasi seperti spanduk dan bendera digunakan massa demonstran dalam simulasi tersebut.

Tergusur Proyek Sungai Cikijing, Lahan Makam di Bojongloa Rancaekek Dipindahkan

Konsepnya, terjadi kericuhan yang sangat tidak terkontrol, dan pihak TNI AU Lanud Husein Sastranegara mengambil tindakan tegas melalui penyemperotan massa menggunakan air bertekanan tinggi, melepas dua ekor anjing pelacak, dan menangkap sejumlah orang diduga sebagai provokator.

"Tujuannya, agar ptajurit bisa meningkatkan keterampilan satuan supaya mampu terampil dalam melaksanakan tugas membantu Pemerintah Daerah dan Polri, khususnya dalam pengamanan Pemilu 2019 agar sukses," katanya.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved