Pria Ini Setia Berjualan Kerajinan Anyaman Bambu, Nipah, dan Aren, di Tengah Perabotan Serba Plastik

Ujang Rusmana (39 tahun) masih setia dengan usaha kerajinan anyaman berbahan bambu, pohon nipah, dan pelepah aren di tengah persaingan

Pria Ini Setia Berjualan Kerajinan Anyaman Bambu, Nipah, dan Aren, di Tengah Perabotan Serba Plastik
Tribunjabar/Ery Chandra
Ujang Rusmana saat berada di lapaknya, Jalan Cipaganti Nomor 3, Kota Bandung, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ujang Rusmana (39 tahun) masih setia dengan usaha kerajinan anyaman berbahan bambu, pohon nipah, dan pelepah aren di tengah persaingan perabotan serba plastik kini.

Tak sulit mencari pelaku usaha kerajinan itu yakni di Jalan Cipaganti Nomor 3, Kota Bandung. Hanya beratapkan sederhana terpal berwarna kuning, Ujang memajang rapi anyaman gerai penutup panas dan dingin. Selain itu, bisa untuk penghias dekorasi.

Menurut pria asal Garut yang telah menjalani usaha kerajinan bambu sejak 1990-an itu,  anyaman khas tradisional itu umumnya banyak digunakan untuk dekorasi rumah, saung hingga vila berkonsep bambu.

"Anyaman ini bisa masuk untuk semua kalangan. Tak seperti produk lain, ini masih bisa bertahan di kondisi zaman sekarang," ujar Ujang, di lapaknya, Jalan Cipaganti Nomor 3, Kota Bandung, Rabu (20/2/2019).

Mengenai bahan baku, Ujang mendatangkan dari wilayah Tasikmalaya. Sehingga ia bisa menghasilkan anyaman berukuran 1 meter x 2 meter, 1,2 meter x 2 meter, 2 meter x 2 meter atau ukuran tergantung pesanan pembeli.

Menurut Ujang, keahlian membuat anyaman tersebut diwarisi dari orangtuanya yang juga pernah menjajakan kerajinan tersebut di lokasi yang sama.

PSS Sleman Incar Gian Zola, Begini Kata Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic

"Usaha ini kebutuhannya berkesinambungan. Tidak terpengaruh zaman. Selain itu saya juga berjualan di sebuah jejaring online bernama Krey Bambu," kata Ujang.

Dengan demikian, dalam waktu satu bulan Ujang bisa meraup keuntungan dari usahanya tersebut kisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Selain itu, anyamannya pun bahkan kerap dipesan hingga ke luar kota, semisal Jakarta, Subang, Palembang, Kalimantan, dan lainnya.


"Pernah juga yang mesan dari pameran atau bazar, pemerintahan, artis, anak band. Misalnya seniman almarhum Harry Roesli, Yuki Pas Band, mantan Drummer Peterpan Reza, dan masih banyak lainnya," ujarnya.

Ia berharap, ke depannya tetap lancar dapat berjualan anyaman yang dibanderol mulai dari harga Rp 40 ribu hingga Rp 75 ribu per meternya. Sembari dirinya melestarikan kerajinan khas daerah tersebut.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved