Warga Baleendah Dibunuh di Malaysia

Nuryanto Memulai Bisnis Kain 2004 dari Berjualan Kain Percak hingga Memiliki Omzet Miliaran Rupiah

Nuryanto (37) bos tekstil asal Baleendah Kabupaten Bandung yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia sudah menekuni bisnis kain sejak 2004

Nuryanto Memulai Bisnis Kain 2004 dari Berjualan Kain Percak hingga Memiliki Omzet Miliaran Rupiah
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33), di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Nuryanto (37) bos tekstil asal Baleendah Kabupaten Bandung yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia sudah menekuni bisnis kain sejak 2004. Berawal dari pegawai pabrik hingga menjadi pengusaha sukses dengan omzet miliaran rupiah.

"Kalau mulai bisnis kain pada 2004. Awalnya Aa bekerja di pabrik konveksi, lalu keluar tahun 2004 dan mulai jualan kain percak," ujar istri korban Meli Rahmawati (33) di rumahnya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (11/2/2019).

Menurut Meli suaminya bisnis kain dan sudah memiliki gudang ruko di Rancamanyar. Hingga saat ini Nuryanto sudah memiliki sejumlah karyawan yang dipekerjakan di gudang kain miliknya.

Meli menuturkan suaminya memulai bisnis ke Malaysia baru setahun terakhir. Korban kerap pergi ke Malaysia setiap sebulan sekali dan setiap pergi bisnis ke Malaysia, paling lama korban seminggu berada di Malaysia.

"Kalau bisnis ke Malaysia itu jualan baju. Kayak baju kebaya gitu sama baju muslim yang diproduksi di sini lalu dijual ke Malaysia," ujarnya.

Lulus CPNS Kota Jambi, Dokter Ahli Pilih Mundur, Ini Kondisi Puskesmas Tempatnya Diterima

Diakui Meli sang suami juga pernah membawa rekan bisnisnya dari Malaysia ke kediamannya bernama Mahatir. Bahkan saat mengetahui korban hilang di Malaysia, rekan bisnisnya tersebut sempat menghubungi pihak keluarganya di Indonesia.

"Rekan bisnisnya orang Malaysia namanya Mahatir, malah dia juga pernah nelepon ke sini, katanya kaget pak Yanto (Nuryanto) belum pulang ke Indonesia. Dan ada berita simpangsiur di Malaysia," katanya. 

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved