Musim Hujan, Produksi Ikan Asin di Cirebon Pun Menurun 50 Persen, Tak Bisa Menjemur Ikan
Produksi ikan asin di wilayah Cirebon mengalami penurunan saat musim hujan seperti sekarang ini.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Produksi ikan asin di wilayah Cirebon mengalami penurunan saat musim hujan seperti sekarang ini.
Karenanya, harga jual ikan asin pun mengalami kenaikan dibanding biasanya.
Produsen ikan asin asal Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Saeri (49), mengatakan, kenaikan harga ikan asin itu berbeda-beda.
Tergantung jenis ikan yang digunakan. Di antatanya, ikan teri, ikan pirik, dan ikan tanjan.
"Ikan asin pirik sekarang harganya Rp 8 ribu perkilogram," kata Saeri saat ditemui di pesisir pantai Desa Bandengan, Senin (11/2/2019).
Padahal, menurut dia, biasanya ikan asin pirik hanya dijual seharga Rp 5 ribu perkilogram.
Sementara ikan asin tanjan yang biasanya dijual seharga Rp 10 ribu perkilogram saat ini menjadi Rp 13 ribu.
Selain itu, ikan teri pun mengalami kenaikan mencapai Rp 5 ribu perkilogram.
• Kelanjutan Hubungan Cinta Yuni Astuti, Pacar Adi Saputra yang Mengamuk saat Ditilang Polisi
"Harga ikan teri sekarang Rp 30 ribu perkilo, biasanya Rp 25 ribu," ujar Saeri.
Menurut produsen ikan asin asal Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Sodikin (51), saat musim hujan produksi ikan asin menurun drastis.
Lowongan Kerja PLN Februari 2019, Lokasi Tes Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Cepat Daftar! https://t.co/El4bxHILlU via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) February 11, 2019
Ia mengatakan, di hari biasa pembuatan ikan asin bisa mencapai 2 kwintal - 3 kwintal perhari.
"Kalau sekarang turun drastis, cuma 50 kilogram perhari," kata Sodikin.