Pasar Sumber Cirebon

30 Pedagang Toko di Pasar Sumber Keluhkan Keberadaan Pedagang Lemprakan yang Menutupi Tokonya

Sebanyak 30 pedagang toko di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan keberadaan pedagang lemprakan

30 Pedagang Toko di Pasar Sumber Keluhkan Keberadaan Pedagang Lemprakan yang Menutupi Tokonya
tribunjabar/siti masithoh
Pedagang toko di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menujukkan surat kesepakatan penolakan pedagang lemprakan yang akan menutupi tokonya, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 30 pedagang toko di Pasar Sumber, Kelurahan Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan keberadaan pedagang lemprakan yang berada di depan tokonya.

Di depan toko mereka sudah terpasang tempat untuk pedagang lemprakan. Satu ukurannya berukuran sekitar satu meter x satu meter.

"Kalau pedagang lemparakan di sini semua, kami ketutup. Lalu yang beli ke toko kami bagaimana jalannya," kata Jon (76) pedagang sembako di Pasar Sumber, Senin (11/2/2019).

Ia menambahkan, pembuatan lapak tersebut dibuat pada Minggu (10/2/2019) dini hari dan tanpa melibatkan para pedagang toko.

Akibatnya, mereka merasa kecewa san sebagian dari mereka menghapus lapak tersebut.

"Saya ini jualan daging. Kalau daging datang itu banyak, gimana cara mengangkutnya kalau jalan tertutup. Pembeli juga banyak yang pakai daging. Ini bagaimana kalau jalan tertutup, bisa-bisa sepi," kata pedagang lainnya, Tarini (54).

Menurutnya, pedagang lemprakan tersebut membeli lapak itu seharga Rp 60 ribu. Mereka berjualan dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Beside, Band Underground asal Bandung Ini Tolak RUU Permusikan, Jangankan Revisi, Kami Gak Butuh

"Tapi tidak mungkin kalau mereka hanya sampai pukup 06.00 WIB. Sampai siang pun pasti masih buka, kan pembeli masih ramai. Jadi jelas kami tidak setuju," kata Jon kepada Tribun Jabar.

Menurut mereka, jalan tersebut untuk lalu lintas bukan untuk dipakai berjualan.

Mereka juga sudah mengajukan surat pernyataan keberatan atas kehadiran pedagang lemprakan yang nantinya berjualan di depan toko.

Sejauh ini, pihaknya sudah mengajukan surat kepada dinas terkait untuk pembatalan pembuatan lapak di depan toko mereka.

"Ini dibuat sama ikatan pedagang sumber. Kami tidak dilibatkan. Inginnya mereka semua masuk ke dalam pasar. Ini katanya nanti kanan kiri semua dibuat garis untuk lemprakan hingga ke perempatan pasar sumber dan itu untuk 800 pedagang. Otomatis kami semua ketutup," kata Tarini.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved