Di Jawa Barat, Kasus Demam Berdarah Terbanyak Terjadi di Kota Depok

Sekretaris Dinkes Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, mengatakan bahwa Kota Depok menjadi kabupaten dengan jumlah kasus demam berdarah terbanyak.

Di Jawa Barat, Kasus Demam Berdarah Terbanyak Terjadi di Kota Depok
theofilus richard/tribun jabar
Sekretaris Dinkes Jabar, Uus Sukmara; Ketua Penggerak PKK, Atalia Praratya Kamil; dan Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Daud Achmad, menjadi narasumber acara Jabar Punya Informasi dengan tema DBD di Gedung Sate, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Total jumlah kasus demam berdarah pada Januari 2019 sebanyak 2.461 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara, mengatakan bahwa Kota Depok menjadi kabupaten dengan jumlah kasus demam berdarah terbanyak.

Selain itu, banyak daerah di Jawa Barat yang sudah endemis.

"Endemis itu virusnya ada di tubuh manusia. Saat jumlah gigitan nyamuk meningkat, sebagian besar siap menularkan virus dengue," ujarnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (8/2/2019).

Berdasarkan data yang didapat Tribun Jabar dari Dinkes Jabar, jumlah kasus demam berdarah di Kota Depok selama Januari 2019 sebanyak 319 kasus.

Januari 2019, Kasus DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat, Hingga 64 Orang Terjangkit

Berikut lima kabupaten/kota dengan jumlah kasus demam berdarah terbanyak pada Januari 2019.

1. Kota Depok 319 kasus
2. Kabupaten Bandung Barat 277 kasus
3. Kabupaten Bandung 236 kasus
4. Kota Bandung 224 kasus
5. Kota Cimahi 200 kasus

Sedangkan jumlah kasus demam berdarah paling sedikit ada di daerah Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Karawang, Kota Banjar, dan Kota Cirebon.

Penderita DBD di Jabar Meningkat, Januari Sudah 18 Orang Meninggal

1. Kabupaten Pangandaran 2 kasus
2. Kabupaten Karawang 2 kasus
3. Kota Banjar 3 kasus
4. Kabupaten Indramayu 4 kasus
5. Kota Cirebon 5 kasus

Untuk menghindari penularan penyakit demam berdarah, Uus mengimbau masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan 3M.

Tiga M, di antaranya adalah menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mengubur barang bekas.

Disarankan juga tidur menggunakan kelambu dan obat nyamuk.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved