Perajin Senapan Angin Cipacing Berharap Ada Museum Senapan Angin

Perajin senapan angin di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menginginkan adanya museum senapan angin

Perajin Senapan Angin Cipacing Berharap Ada Museum Senapan Angin
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Seorang pengrajin sedang membuat laras di bengkel produksi senapan angin di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Perajin senapan angin di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menginginkan adanya museum senapan angin di desa tersebut sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Sumedang.

Sejak 1960-an, wilayah Desa Cipacing, sebagian warganya merupakan perajin senapan angin secara manual, produk senapan angin dari ini Cipacing menembus pasar internasional.

Beberapa negara tersebut, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Hongkong, Australia, hingga Pakistan.

Ketua Cipacing Hub kelompok perajin senapan angin, Hendrik Andriana, senapan angin adalah salah bukti perjuangan yang dilakukan oleh orangtua terdahulu untuk mengharumkan nama Desa Cipacing.

"Kami saat ini masih mengumpulkan bukti literatur - literatur dan beberapa arsip terkumpul, sehingga siap bila museum dibangun," kata Hendrik di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (1/2/2019).

Hendrik mengatakan, sejumlah peminat senapan angin pun kerap mengeluhkan, karena tidak mengetahui sejarah senapan angin dari Cipacing, hingga prose pembuatan alat tembak tersebut.

Ia menambahkan, bila ada museum di Cipacing, setidaknya masyarakat luas dapat mengetahui atar belakang sejarah seperti apa dan perkembangannya senapan angin hingga saat ini.

Chat WhatsApp yang Terhapus Ternyata Penting? Begini Cara Mengembalikannya

"Walau hanya museum saja, nantinya akan melebar, mereka akan menegok proses produksinya, membeli produknya, makan di Cipacing, ini kan menjadi keuntungan buat warga juga," kata Hendrik.


Letak Desa Cipacing, kata Hendrik, hanya berjarak satu kilometer dari Gerbang Tol Cileunyi, bahkan akses Tol Cisumdawu pun berada di sekitar Desa Cipacing.

"Ditambah, Jatinangor banyak perguruan tinggi, setiap tahunnya banyak orang tua datang dari luar kota, itu harus dimanfaatkan," katanya.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved