Seusai Ritual Pembersihan Patung Dewa, Warga Tionghoa Siapkan Makanan Manis sebagai Persembahan

Ritual pembersihan patung dewa biasa dilakukan warga Tionghoa menjelang Tahun Baru Imlek.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Sejumlah warga Tionghoa saat membersihkan altar patung dewa di Vihara Dewi Welas Asih, Jl Kantor, Kota Cirebon, Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ritual pembersihan patung dewa biasa dilakukan warga Tionghoa menjelang Tahun Baru Imlek.

Sebelumnya warga Tionghoa menggelar sembahyang dan doa bersama untuk mengantar para dewa-dewi ke langit.

Setelah tradisi itu biasanya warga Tionghoa mulai menyiapkan makanan manis untuk Imlek.

Pengurus Vihara Dewi Welas Asih Bidang Kerohanian, Romo Djunawi, mengatakan, aneka makanan manis itu misalnya kue keranjang, dodol, buah-buahan, dan lainnya.

"Penyajian makanan manis dan berangkatnya dewa-dewi ke langit itu ada kaitannya," ujar Romo Djunawi saat ditemui di Vihara Dewi Welas Asih, Jl Kantor, Kota Cirebon, Rabu (30/1/2019).

Ia mengatakan, kue atau makanan manis yang disediakan untuk dijadikan bekal dewa-dewi ke langit.

Tujuannya agar ketika sang dewa melapor kepada penguasa jagat raya selalu baik dan positif.

Kunihiro Yamashita Tiba di Bandung, Begini Kata Pelatih Persib Bandung Miljan Radovic

Karenanya, dalam perayaan Imlek di Indonesia selalu identik dengan sajian jajanan yang manis.

"Agar selalu diberi keberkahan, keselamatan, dan kedamaian di dunia," kata Romo Djunawi.

Menurut dia, patung dewa-dewi tidak hanya berada di tempat ibadah.


Pasalnya, tidak sedikit warga Tionghoa juga memasang patung dewa-dewi di rumahnya.

"Makanya makanan manis itu juga biasanya ada di tiap rumah warga Tionghoa," ujar Romo Djunawi.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved