Pilpres 2019

Adik Prabowo Subianto Blak-blakan Mengenai Jokowi, Awal Pertemuan dan Penyesalannya Pernah Mendukung

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu pembiayaan kampanye Jokowi berasal dari kantong pribadinya.

Adik Prabowo Subianto Blak-blakan Mengenai Jokowi, Awal Pertemuan dan Penyesalannya Pernah Mendukung
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan pandangannya saat berkunjung ke redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta, Kamis (18/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo membantah klaim Jokowi yang dalam debat perdana menyebut pencalonannya di Pilgub DKI 2012 lalu tidak mengeluarkan biaya.

Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra itu pembiayaan kampanye Jokowi berasal dari kantong pribadinya.

Hashim Djojohadikusumo mengaku sangat menyesal mengusung Jokowi di Di Pilgub DKI lalu. Apalagi kemudian Jokowi tidak berkomitmen pada jabatannya tersebut saat terpilih.

"Sangat dong, sangat menyesal. Modal engga, balikin engga. Ya bagaimana, saya orang biasa kan. orang datang ke saya minta bantuan minta dukungan, saya tanpa pamrih saya dukung beliau, dengan harapan beliau bisa beretika lah," kata Hashim Djojohadikusumo di Media Center Prabowo Subianto-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin malam, (21/1/2019).

Hashim Djojohadikusumo pun bercerita mengenai awal pertemuannya dengan Jokowi. Menurutnya ia bertemu saat Jokowi masih menjabat Walikota Solo.

Saat itu ia sedang menjalani sidang kasus arca. Ia dituding tidak mendaftarkan sejumlah arca ke pihak berwenang.

"Saya waktu itu di solo seingat saya itu November 2008, waktu itu saya menjadi seorang terdakwa kasus konyol, itu kasus arca. Saya dituduh tidak mendaftarkan sejumlah arca, Kemudian saya bisa membuktikan bahwa itu tidak benar saya sudah mendaftarkan arca itu dan saya dinyatakan tidak bersalah," kata Hashim Djojohadikusumo.

Usai menjalani sidang ke dua, ia diundang oleh Jokowi melalui pengacaranya Nikolay. Ia diberitahu oleh pengacaranya bahwa Walikota Solo ingin bertemu.

"Lawyer penasehat saya, bilang pak Hashim Djojohadikusumo ada walikota solo mau ketemu pak Hashim Djojohadikusumo, namanya joko Widodo tapi nama populernya Jokowi, dia mau ketemu silaturahmi dan ada paparan, " tuturnya.

Jokowi di debat capres 2019
Jokowi di debat capres 2019 (Capture Youtube)

Keesokan harinya setelah sidang, ia pun menemui Jokowi di rumah dinas Walikota Solo. Jokowi kemudian memaparkan kinerjanya selama menjadi walikota, salah satunya proses relokasi PKL tanpa penggusuran.

"Beliau waktu itu paparan 3 jam sukses beliau sebagai walikota sampai 2008, dan paparan itu begitu meyakinkan, katanya pindahkan PKL dari Banjarsari bisa dipindahkan secara damai dan secara adem, setelah ketemu 54 kali beliau meyakinkan mereka (PKL)," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved