Desain Floating Breakwater, Ankara Kadabra ITB Raih Juara Pertama Kompetisi Tingkat Nasional

Ankara Kadabra dari ITB jadi juara pertama kompetisi tingkat nasional floating breakwater di Universitas Hasanuddin.

Desain Floating Breakwater, Ankara Kadabra ITB Raih Juara Pertama Kompetisi Tingkat Nasional
istimewa
Tim mahasiswa Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung, Ankara Kadabra, meriah juara pertama pada kompetisi tingkat nasional desain floating breakwater "Dedikasi 2018" yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin, Makassar, tanggal 25-29 November 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Mahasiswa Institut Teknologi Bandung meriah juara pertama pada kompetisi tingkat nasional desain floating breakwater "Dedikasi 2018" yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin, Makassar, tanggal 25-29 November 2018.

Tim yang dinamai Ankara Kadabra ini diketuai oleh Faisal Akbar dengan anggota Chesar Krisna Bayu Dewantara dan Muhammad Rais Syam. Ketiganya mahasiswa Teknik Kelautan tahun 2015.

Anggota tim Ankara Kadabra, Muhammad Rais Syam mengatakan lomba ini terkait kelautan, khususnya terkait meredam gelombang laut.

"Pada kompetisi ini mahasiswa berlomba mendesain struktur floating breakwater yang berfungsi untuk meredam energi (secara mengapung) gelombang laut sehingga melindungi lingkungan pantai di belakangnya dari abrasi," ujar Muhammad Rais Syam saat ditemui Tribun Jabar, di kampus ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Kamis (20/12/2018).

Muhammad Rais Syam menambahkan, membuat desain breakwater merupakan salah satu hal yang dipelajari oleh mahasiswa Teknik Kelautan ITB, sehingga saat adanya kompetisi ini Ankara Kadabra langsung tergerak untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka miliki dalam mendesain floating breakwater.

Ankara Kadabra dari ITB meriah juara pertama kompetisi tingkat nasional desain floating breakwater
Ankara Kadabra dari ITB meriah juara pertama kompetisi tingkat nasional desain floating breakwater "Dedikasi 2018" yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin, Makassar, tanggal 25-29 November 2018. (istimewa)

Menurut Muhammad Rais Syam, awalnya mereka mengikuti tahap awal yakni seleksi proposal. Dari tahap awal tersebut akhirnya mereka terpilih menjadi sepuluh finalis yang akan melakukan presentasi di Universitas Hasanuddin, Makassar.

"Sepuluh finalis itu dari berbagai kampus yang ada di Indonesia. ITB dua tim, dari ITS satu tim, Universitas Brawijaya satu tim, Unhas satu tim, Politeknik Negeri Semarang satu tim, dan Universitas Kristen Toraja satu tim. Tiga lagi lupa," ujar Muhammad Rais Syam.

Muhammad Rais Syam mengatakan, selain melakukan presentasi mereka juga memamerkan model uji dari desain yang dibuatnya untuk kemudian dilakukan pengujian di laboratorium Universitas Hasanuddin.

“Pada umumnya floating breakwater berbentuk kotak. Namun kami mencoba memberikan inovasi dengan bentuk trapesium yang diberi lubang-lubang pada bidang yang terkena gelombangnya. Keunggulannya desain ini bersifat ramah lingkungan karena menggunakan EPS (expanded polystyrene),” ujar Muhammad Rais Syam.

Selanjutnya, Muhammad Rais Syam menambahkan, saat pengujian berlangsung karya Ankara Kadabra menunjukkan performa yang sangat baik.

"Terlihat saat uji coba diberikan sebuah gelombang air terhadap prototipe yang mereka buat kemudian pada sisi lain di belakangnya air tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan gelombang yang datang," ujar Muhammad Rais Syam.

Karya yang mereka buat diberi judul “Inovasi Slitted Floating Breakwater Tipe Trapezoidal Menggunakan EPS Berbasis Ramah Lingkungan.”

Ia menambahkan walaupun sempat terkendala waktu pengerjaan prototipe yang sangat singkat serta belum dilakukan uji tersendiri sebelum melakukan uji coba tahap final, timnya akhirnya dapat meraih gelar juara.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved