Pendidikan Vokasi Belum Penuhi Target Kebutuhan Dunia Kerja Digital di Era Teknologi

Kemajuan Informasi Teknologi mengubah pola kebutuhan lapangan pekerjaan, hingga muncul tuntutan terhadap keterampilan baru di dunia kerja.

Pendidikan Vokasi Belum Penuhi Target Kebutuhan Dunia Kerja Digital di Era Teknologi
Tribun Jabar/ Hilda Rubiah
Penyampaian Diseminasi Hasil Penelitian Penelitian Pendidikan vokasi dan Kesempatan Kerja di Era Digital, di Kantor Akatiga Kota Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kemajuan Informasi Teknologi mengubah pola kebutuhan lapangan pekerjaan, hingga muncul tuntutan terhadap keterampilan baru di dunia kerja.

Dalam hal ini pendidikan (vokasi) yang seharusnya meningkatkan ketersedian SDM terampil dan cerdas, dinilai belum optimal mengkreasi lulusan yang kreatif, inovatif, mandiri, dan kapasitas lain yang dibutuhkan dunia kerja.

Di tahun 2000, tingkat kebekerjaannya SMK adalah 86,6 persen, tahun 2010 menjadi 87,2 persen, dan 2015 menjadi 89,2 persen (BPS, 2015).


Adapun pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, memang sudah memiliki tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK.

Namun demikian Anggi Afriansyah Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI mengatakan bukan menjadi hal baru bahwa pendidikan selalu dinilai masih dianggap lambat merespon perubahan di dunia kerja, semisal karena skillgap, mistmach, dan lain sebagainya.

Saat ini pun ditambah lagi dengan konteks Revolusi industri 4.0, Artificial Intelligence, big data, robotics, dan sebagainya mestinya harus terus digenjot bagi pendidikan vokasi, khsususnya SMK.

"Dunia pendidikan kita belum cukup banyak mengarah pada era digitalisasi," ujar Anggi Afriansyah, saat ditemui Tribun Jabar si Kantor Yayasan Akatiga, Jumat (7/12/2018).

Berakhir Pekan di Tasikmalaya? Jangan Lupa Bawa Payung! Ini Prakiraan Cuacanya

Dalam hal ini menurutnya belum terjadi sinergi secara signifikan antara pemangku kepentingan (lembanga pendidikan) dengan dunia usaha atau industri.

Halaman
12
Penulis: Hilda Rubiah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved