Belum Terdaftar BPJS, Keluarga Pekerja BUMN yang Tewas di Papua Diduga Tak Akan terima Santunan

Meski tewas terbunuh saat sedang bekerja, mirisnya para pekerja BUMN PT Istaka Karya dikabarkan tak akan menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Belum Terdaftar BPJS, Keluarga Pekerja BUMN yang Tewas di Papua Diduga Tak Akan terima Santunan
jhon purba/kompas/ist
Sembilan jenazah pekerja jembatan di Nduga Papua yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri akan diserahkan PT Istaka Karya ke keluarga, Jumat (7/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dikabarkan melakukan teror dan membunuh sejumlah pekerja BUMN PT Istaka Karya yang membangun jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12/2018).

Dilansir dari Grid.id, Meski tewas terbunuh saat sedang bekerja, mirisnya para pekerja BUMN PT Istaka Karya dikabarkan tak akan menerima santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu seperti dikutip dari Antaranews.


Puluhan karyawan PT Istaka Karya yang menjadi korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Yali, Kabupaten Nduga, Papua, pada Minggu (2/12/2018).

Para pekerja dipastikan tidak mendapat santunan BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini tak lain karena para pekerja belum terdaftar sebagai peserta.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jayapura Adventua Edison kepada Antara di Jayapura, papua, Sabtu (8/12/2018) mengatakan hingga kini para pekerja konstruksi itu belum diikutsertakan oleh PT Istaka Karya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dia mengatakan sesaat setelah mengetahui insiden berdarah yang menewaskan sejumlah pekerja PT Istaka Karya, pihaknya berupaya menghubungi perwakilan perusahaan di Wamena.

Satu Karung KTP-el Berceceran di Sawah di Pondok Kopi Jakarta, Entah Siapa yang Buang

Namun diketahui bahwa belum ada data yang diserahkan pihak perusahaan terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami sangat menyayangkan, karena akibatnya karyawan tidak terlindungi dan keluarga tidak menerima santunan," kata Edison.

Saat insiden penyerangan oleh KKB di kamp pekerja tercatat ada 25 orang termasuk satu staf BBPJN Papua dan tiga karyawan lainnya yang merupakan warga lokal sedang berada di luar kamp.

Sebanyak 16 orang diantaranya dibunuh dan tujuh orang ditemukan selamat setelah berhasil melarikan diri, dan dua orang lainnya belum jelas keberadaannya hingga kini.

Bully Teman Sekolah, Anak Perempuan Ini Dihukum Berjalan Kaki Sejauh 8 Km oleh Ayahnya, Ada Videonya

Sebanyak 16 orang diantaranya dibunuh dan tujuh orang ditemukan selamat setelah berhasil melarikan diri, dan dua orang lainnya belum jelas keberadaannya hingga kini.

16 jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan pada Jumat (7/12/2018) dievakuasi dari Timika, Kabupaten Mimika, ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya masing-masing guna dimakamkan.

24 Pelaut Ukraina yang Ditangkap Milter Rusia Bebas? Sergey Lavrov Sebut Semua Harus Jalani Sidang

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved