Pengikut Ubah Lafaz Syahadat Jadi 'Sensen Komara Rasulullah,' MUI Garut Sudah Bina Sejak Lama

Pengikut Sensen Komara ubah lafadz "Muhammadur Rosulullah" pada syahadat dengan kata "Drs Sensen Komara Rasulullah". MUI Garut lakukan pembinaan.

Pengikut Ubah Lafaz Syahadat Jadi 'Sensen Komara Rasulullah,' MUI Garut Sudah Bina Sejak Lama
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Surat pernyataan dari keluarga Hamdani, warga Garut yang menyatakan Sensen Komara sebagai rasul. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Uapaya meluruskan ajaran Sensen Komara, nabi palsu, yang diyakini oleh para pengikutnya seagai rasul dan nabi akhir zaman, sudah dilakukan MUI Garut sejak lama.

Saat MUI Kabupaten Garut diketuai KH Agus Muhammad Soleh, pada tahun 2013, MUI pernah melakukan pertemuan dengan kelompok Darul Islam Fillah (DI Fillah) dan para pengikut aliran sesat Sensen Komara.

Petemuan MUI dan para pengikut Sensen Komara itu dilakukan di Kampung Batukarut, desa Purbayani, kecamatan Caringin, Garut, Jawa Barat.

Pertemuan itu dilakukan sebagai pembinaan karena kelompok tersebut menyatakan kembalai kepada NKRI.

"Pertama kami silaturahmi, kedua dalam rangka pencerahan mengajak mereka kembali pada ajaran Islam yang benar, bukan pada pemahaman aliran Sensen Komara yang selama ini mereka praktekkan yang membuat masyarakat resah," kata Ketua MUI Garut KH Agus Muhammad Soleh, saat dihubungi Kamis (31/10/2013), seperti dikutip dari kompas.com.

Menurut Agus, kelompok ini sudah menyatakan kembali pada NKRI sehingga perlu mendapatkan pembinaan agar tidak kembali terjerumus dan menyesatkan masyarakat lainnya.

Pengikut Sensen Komara Sholat Menghadap ke Timur dan Mengaku Jenderal Bintang Empat

Sensen Komara, Nabi Palsu yang Dicap Gila, Meski Divonis Bersalah Ajarannya Tetap Eksis Hingga Kini

"Adalah kewajiban kita semua menyambut mereka dan melakukan pencerahan-pencerahan," ujarnya.

Kelompok DI Fillah kali pertama muncul kepermukaan sekitar akhir 2009 lantaran praktik peribadahannya yang meresahkan masyarakat Garut.

Mereka mengubah lafadz "Muhammadur Rosulullah" pada syahadat dengan kata "Drs Sensen Komara Rasulullah".

DI Fillah juga tidak mewajibkan pengikutnya melakukan sholat lima waktu, sementara arah kiblat mereka adalah ke timur bukan barat (Makkah) sebagaimana aturan Islam.

Di antara para 'pentolan' DI/NII sudah dijatuhi vonis hukuman oleh pengadilan setempat, termasuk nabi mereka Sensen Komara.

Jerman Punya Kesempatan Balas Dendam Terhadap Belanda, Satu Grup di Kualifikasi Euro 2020

Andhika Curi Mobil Wanita yang Dikenalnya Lewat Tinder, Sudah Empat Kali Beraksi

"Kebersamaan di dalam memeluk agama Islam sangatlah penting agar sesama Muslim terjalin tali silaturahmi dan kerja sama yang hakiki. Kita terus ajak mereka untuk lebih memahami ajaran agama," kata KH Agus.

Pada saat itu, sebanyak 14 kepala keluarga pengikut DI Fillah/NII Sensen Komara mengikuti pertemuan tersebut.

Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan Muspika Caringin.

Kegiatan tersebut berakhir pukul 15.30 wib dalam situasi aman dan tertib.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved