Lion Air JT610 Jatuh

Disebut Ada Ledakan, tapi Tak Ditemukan Tanda Luka Bakar pada Jasad Para Korban Lion Air JT610

pihak RS Polri telah berhasil mengambil 152 sampel dari keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh Senin (29/10) kemarin

Disebut Ada Ledakan, tapi Tak Ditemukan Tanda Luka Bakar pada Jasad Para Korban Lion Air JT610
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Petugas temukan dompet berisi kartu identitas, uang tunai, hingga foto anak di lokasi dugaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Senin (29/10/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Kombes Pol Musyafak memastikan tidak ada luka bakar dari bagian tubuh korban pesawat Lion Air PK-LQP.

Seperti diketahui, beberapa saksi mata sempat mendengar suara dentuman setelah pesawat tersebut masuk laut.

"Dari 48 kantong jenazah yang dikirim ke kami tidak kami temui adanya luka bakar," ujarnya di ruang Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).

Musyafak menambahkan timnya melakukan pemeriksaan secara profesional pada semua bagian tubuh korban untuk bisa diidentifikasi identitasnya.

"Hari ini pemeriksaan postmortem 8 kantong jenazah, nanti sore kami akan lakukan rekonsiliasi dengan data ante mortem, dan setelah itu akan dirilis" tambahnya.

Hingga Kamis siang ini, pihak RS Polri telah berhasil mengambil 152 sampel dari keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh Senin (29/10) kemarin.

Ia menjelaskan dari Rabu (31/10/2018) sore, pihaknya menerima data antemortem dengan jumlah 212 laporan. Dari jumlah itu, terdapat laporan yang double atau ganda.

"Yang melapor ke kita sebanyak 212 tetapi hasil dari verifikasi ada yang dobel karena memang yang lapor 1 korban dengan nama yang sama itu ada 2 orang," ujar Musyafak.

Seperti diketahui, pada Rabu malam, sudah teridentifikasi satu korban kecelakaan Lion Air PK-LQP atas nama Jannatun Cintya Dewi, perempuan asal Sidoarjo.

Korban merupakan anak dari Bambang Supriyadi sebagai suami dan Surtiem sebagai istri yang beralamat Dusun Prumpon, RT 1 RW 1, Sukodono, Jawa Timur.

"Dari 24 kantong yang kami terima, ada satu kantong, tepatnya kantong bernomor reg 00 lion tanjung priok/0010/xxx/201," ujar Kepala Pusat Inafis, Brigjen Hudi Suryanto di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Di dalam kantong tersebut, Hudi melanjutkan, terdapat bagian tubuh yakni tangan kanan lengkap dengan lima jarinya, kemudian menyambung satu bagian dada sampai perut.

Dari sana, Hudi mengatakan dilakukan perbandingan dengan sidik jari dari satu telunjuk yang kondisinya bagus dengan sidik jari di E-KTP milik korban, dan akhirnya teridentifikasi.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved