Sungai Citarik Kembali Menghitam
Sempat berwarna cokelat, air Sungai Citarik kembali berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Warga di sekitar bantaran sungai pun terganggu.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: taufik ismail
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Babakan Rahayu, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengeluhkan air Sungai Citarik, yang merupakan anak Sungai Citarum, kembali menghitam dan berbusa.
Selain menghitam dan berbusa, air di sungai tersebut mengeluarkan bau menyengat. Hal itu dirasakan warga saat beraktivitas di bantaran Sungai Citarik.
Seorang pencari ikan yang merupakan warga Kampung Babakan Rahayu, Dani (58), mengatakan, kembali tercemarnya Sungai Citarik terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
"Kira-kira dari akhir September airnya kembali berwarna hitam dan eceng gondok tumbuh lagi," kata Dani di bantaran Sungai Citarik, Kamis (18/10/2018).
Dani mengatakan, sebelum kembali menghitam, air sungai tersebut sempat berwarna cokelat layaknya sungai pada umumnya. Namun itu tidak berlangsung lama.
"Waktu bulan Agustus agak membaik, mungkin program Citarum Harum itu sukses membersihkan sungai," kata Dani.
Menurut pantauan Tribun Jabar, Sungai Citarik berwarna hitam dan menimbulkan bau. Sungai juga tercemar sampah plastik dan eceng gondok.
Sebagian besar sampah, merupaka sampah rumah tangga, mulai dari sampah plastik, styrofoam, batang pohon, popok bayi, dan beberapa peralatan rumah tangga.
Warga lainnya, Tarman Gunawan (60), mengatakan, air Sungai Citarik yang tercemar itu dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, karena sumber air milik warga mengalami kekeringan imbas kemarau panjang.
"Terpaksa pakai air sungai ini, soalnya tidak ada lagi. Sejak pakai air ini hasil panen berkurang. Yang biasanya dapat 70 kilogram, sekarang tidak lebih dari 50 kilogram, tidak tahu kenapa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/air-sungai-citarik-kembali-berwarna-hitam_20181018_152254.jpg)