Dari Goresan Pena Bastian Tito, Pendekar Wiro Sableng Dilahirkan, Ini Sejumlah Faktanya

Bagi Anda pecinta serial komik kolosal, tentunya tahu dengan sosok pendekar Wiro Sableng.

Editor: Yudha Maulana
Youtube via Grid
Novelis Bastian Tito, pencipta tokoh Wiro Sableng 

TRIBUNJABAR.ID - Bagi Anda pecinta serial komik kolosal, tentunya tahu dengan sosok pendekar Wiro Sableng.

Wiro yang dikenal dengan tingkah lakunya yang kerap seenaknya, merupakan sosok ikonik dengan ciri khas tato 212 dan kapak yang menjadi senjata andalannya.

Saking populernya, film Wiro Sableng akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia dan tokoh utamanya akan diperankan oleh Vino G Bastian.

Siapa sangka, ternya Vino merupakan anak dari Bastian Tito yang merupakan novelis pencipta karakter Wiro Sableng.

Yuk, kenali sosok Bastian Tito lebih dekat.

  1. Proses Kreatif
Beberapa karya Wiro Sableng yang dihasilkan oleh Bastian Tito selama mendiang berkarier sebagai seorang penulis.
Instagram/@vinogbastian__
Beberapa karya Wiro Sableng yang dihasilkan oleh Bastian Tito selama mendiang berkarier sebagai seorang penulis.

Dalam menyelesaikan satu episode, rata-rata Bastian Tito menghabiskan waktu 3 minggu.

Pengetikan dilakukan oleh Bastian Tito sendiri.

Sedangkan proses pengeditan dan penyelesaian buku dilakukan oleh asistennya.

Sekali menulis serial Pendekar 212, biasanya Bastian Tito menyelesaikan sekaligus 2-3 buku.

Waktu penerbitan buku episode baru di pasaran, tergantung stok cerita selanjutnya atau jumlah buku selanjutnya yang akan diterbitkan.

Apabila jumlah stok buku akan diterbitkan habis, sedangkan Bastian Tito masih dalam proses penulisan, biasanya terjadi keterlambatan terbit lebih dari 2 sampai 3 bulan.

Keterlambatan ini disebabkan lamanya waktu yang dihabiskan Bastian Tito untuk survei tempat-tempat yang dikunjungi untuk kepentingan penulisan.

  1. Survei Tempat

Untuk memperkuat dan menambah kualitas cerita, Bastian Tito langsung mengunjungi dan mensurvei tempat atau daerah yang akan ada di serial Pendekar 212.

Dalam satu tempat, Bastian Tito membutuhkan waktu 2 minggu hingga dirinya mengetahui adat, budaya, legenda maupun cerita-cerita masyarakat setempat.

Semuanya lalu dihubungkan dengan situasi, suasana alam, dan keadaan pada masa silam.

  1. Bastian Tito selalu membawa alat perekam
Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved