Pilpres 2019

Redam Kubu yang Keberatan dengan Penunjukan Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres, Ini yang Dilakukan PPP

Terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai bakal cawapres Jokowi menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendukung Jokowi selama ini.

Redam Kubu yang Keberatan dengan Penunjukan Ma'ruf Amin Sebagai Cawapres, Ini yang Dilakukan PPP
Tribunnews/JEPRIMA
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat berfoto bersama seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden kepada Ketua KPU Arief Budiman (kanan) di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang diusung sembilan partai politik secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Trihunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan KH Ma'ruf Amin sebagi pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai bakal cawapres Jokowi menimbulkan pro dan kontra di kalangan pendukung Jokowi selama ini.

Untuk meredam pihak yang keberatan dengan terpilihnya Ma'ruf Amin, Sekjen PPP Asrul Sani mengatakan pihaknya akan menjaga silaturahmi dan terus melakukan komunikasi secara intens.

"Ya itu kita dengan silaturahmi dan komunikasi yg baik. Terus menurus ya," ujar Asrul Sani, di rumah cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).

Mengenai rasa kekecewaan, karna Jokowi lebih memilih sosok Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya, Asrul Sani mengatakan kekecewaan tidak hanya dirasakan segelintir pendudukung Jokowi tetapi juga parpol pengusung pemerintahan.

"Sebab kalau soal kekecewaan dan segala macam saya kira gak hanya temen-temen di luar, di partai pun barangkali ada yg ketumnya gak jadi cawapres padahal sudah pingin jadi cawapres, tentu ada," ujar Asrul Sani.

Karna itulah musyawarah dianggap penting untuk meredam kekecewaan dan dibarengi dengan langkah kongkrit untuk kedepannya.

"Terpenting lagi sebetulnya program. Kan ketika kita bicara program itulah yg harus memenuhi harapan dari semua kelompok masyarakat, kelompok umur, kemudian kelompok-kelompok berbasis semuanyalah. Basis agama basis profesi dan sebagainya," ujar Asrul Sani.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help