Home »

Garut

Mudik Lebaran 2018

Jadi Biang Macet di Pasar Limbangan, Kusir Delman: Itu yang Bawa Kuda, Saya Cuma Mengendalikan

Menurut Bayu, delman-delman tersebut melaju dengan kecepatan sangat rendah dan berada di badan jalan.

Jadi Biang Macet di Pasar Limbangan, Kusir Delman: Itu yang Bawa Kuda, Saya Cuma Mengendalikan
hakim baihaqi/tribun jabar
Kepadatan kendaraan terjadi di jalur Limbangan, Kabupaten Garut, tepatnya di depan Pasar Limbangan, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Sejumlah pemudik dari arah Jabodetabek mengeluhkan masih beroperasinya delman di jalur Limbangan, Kabupaten Garut.

Hal tersebut dirasakan oleh sejumlah pemudik membuat laju kendaraan menjadi terhambat sehingga menyebabkan antrean panjang hingga dua kilometer.

Seorang pemudik dari Bekasi, Bayu Arya (40), mengatakan, seharusnya delman tidak beroperasi dahulu selama arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini.

"Keluar dari Tol Cileunyi hingga Nagreg lancar, enak. Masuk limbangan langsung macet," kata Bayu kepada Tribun Jabar di balik kemudi kendaraannya di Jalan Limbangan, Kabupaten Garut, Sabtu (9/6/2018).

Menurut Bayu, delman-delman tersebut melaju dengan kecepatan sangat rendah dan berada di badan jalan.

Sehingga menyulitkan pengendara di belakangnya.

"Mau menyusul juga susah, terus jalan juga tidak lebar," katanya.

Baca: Ada Kawasaki Ninja Naik Bus, Polisi Paksa Sopir untuk Menurunkan

Baca: Mengenal Anthony Bourdain, Chef Ternama yang Tewas Gantung Diri, Ternyata Dia Pernah ke Garut

Selain Bayu, Acep Rohman (34), pemudik tujuan Tasikmalaya, mengatakan, seharusnya delman-delman tersebut tidak beroperasi di jalur utama arus mudik.

"Kalau di jalan desa, saya rasa tidak akan ada kemacetan," katanya.

Salah seorang kusir delman, Ujang Kasja (50), mengatakan, delman ini memang sering bikin macet dan menimbulkan emosi bagi para pengendara lainnya.

"Itu yang bawanya kuda, saya cuma ngendalikan saja," kata Ujang saat ditemui di Depan Pasar Limbangan.

Ia mengatakan, hal tersebut terpaksa dilakukan karena delman masih banyak diminati oleh masyarakat, terutama masyarakat yang berada di wilayah perdesaan.

"Saya tidak akan narik kalau tidak ada penumpang, mah," katanya.(*)

Baca: Perjalanan Para Striker Persib Bandung, dari Sutiono Lamso sampai Ezechiel NDouassel

Baca: Dulu Dianggap Kucing dalam Karung, Ghozali Siregar Kini Jadi Top Assist Persib Bandung

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help