Kisah Hijrah

Maman Dolok, Mantan Preman Terminal yang Memilih Jadi Marbut, Berguru Kesaktian Hingga ke Banten

Kehidupan di terminal itu keras. Siapa yang kuat itulah yang bisa bertahan. Berkelahi, minum, dan judi adalah kegiatan sehari-hari

Maman Dolok, Mantan Preman Terminal yang Memilih Jadi Marbut, Berguru Kesaktian Hingga ke Banten
TRIBUNJABAR/ANDRI M DANI
Maman Dolok, mantan preman terminal yang sekarang memilih jadi marbot masjid. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID - Di tengah kerasnya kehidupan terminal, Maman Sutarman alias Maman Dolok (53) menemukan hidayah.

Namun, hijrah baginya tak lantas berarti harus meninggalkan terminal, lingkungan yang selama puluhan tahun membuat namanya besar.

Hijrah, katanya, adalah perubahan perilaku, pandangan, dan tujuan hidup.

Setelah hijrah, Maman menjadi marbut, penjaga Masjid At Tauhid, masjid di Terminal Ciamis. Kisah hijrah Maman menjadi inspirasi bagi teman-temannya menjalani hidup lebih baik.

Maman sudah mengenal kehidupan terminal sejak masih duduk di kelas II SMP. Ia bersekolah di SMPN 2 Ciamis.


Ketika itu, Terminal Ciamis masih berada di Jalan A Yani, yang kini sudah menjadi kompleks kantor Pegadaian dan kantor Dinas KB Ciamis.

Terminal, ketika itu, tak jauh dari rumah Maman di Gang Leuwi Asih, Jalan Yos Sudarso. Karena itu, sering, daripada masuk sekolah, Maman lebih memilih nongkrong di terminal.

"Tapi kehidupan di terminal itu keras. Siapa yang kuat itulah yang bisa bertahan. Berkelahi, minum, dan judi adalah bagian kegiatan sehari-hari. Akhirnya SMP saya tidak tamat," tutur Maman kepada Tribun, Rabu (30/5).

Halaman
123
Penulis: Andri M Dani
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved