Pilwalkot Bandung

Nurul Arifin Sebut Pembangunan Kota Bandung Masih Diskriminatif Terhadap Kaum Difabel

Nurul Arifin juga menilai trotoar yang indah di Bandung belum memudahkan akses bagi warga difabel.

Nurul Arifin Sebut Pembangunan Kota Bandung Masih Diskriminatif Terhadap Kaum Difabel
Tribun Jabar/Ery Candra
Nurul Arifin ketika berswafoto bersama sejumlah perempuan di RW 15, Kelurahan Sadang Serang, Kota Bandung, Kamis (3/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Calon Wali Kota Bandung nomor 1, Nurul Arifin, menyatakan Kota Bandung dicanangkan sebagai kota inklusi.

Sejauh ini, ucapnya, masih banyak layanan yang masih harus dipoles dari pembangunan Kota Kembang.

Dari sisi pendidikan, contohnya. Ia mengaku mendapat informasi jika anak dan warga difabel masih mendapat diskriminasi.

“Diperlukan program khusus secara gencar untuk menyamakan persepsi agar semua warga bisa beraktivitas bersama tanpa menumbuhkan rasa perbedaan. Stigma terhadap warga disabilitas pun dapat hilang sesuai dengan perintah Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016,” ujar Nurul Arifin di Posko Nuruli, Rabu (16/5/2018).


Seharusnya, ucapnya,  semua warga Bandung terus memberikan semangat dan menempatkan warga difabel setara dengan warga lainnya.

Disinggung mengenai hak memperoleh pekerjaan bagi warga berkebutuhan khusus, ia mengatakan sudah ada aturan agar lembaga pemerintah minimal satu persen dari pekerjanya adalah penyandang disabilitas.

Demikian pula untuk sektor swasta. Hal itu, kata Nurul Arifin, sudah ada undang-undangnya sejak 1997 dan diperbaharui melalui undang-undang Nomor 8 Tahun 2016.

Nurul Arifin juga menilai trotoar yang indah di Bandung belum memudahkan akses bagi warga difabel.

Baca: Syarat Lowongan Kerja Aneh, Pria Ini Curhat di Media Sosial dan Jadi Viral

Halaman
12
Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help