Bukan AS, Negara Pertama yang Buka Kedutaan di Yerusalem

PBB pun menyerukan negara-negara yang telah memiliki misi diplomatik di Yerusalem untuk menariknya.

Bukan AS, Negara Pertama yang Buka Kedutaan di Yerusalem
THE DAILY STAR
Warga Palestina berdoa di dekat masjid Al Aqsa di Yerusalem. 

TRIBUNJABAR.ID, YERUSALEM - Saat Amerika Serikat meresmikan kantor kedutaannya untuk Israel di Yerusalem pada Senin (14/5/2018) hari ini, banyak pihak yang menyatakan menentang.

Namun ternyata dalam sejarahnya, AS bukanlah negara pertama yang membuka kantor kedutaannya di Yerusalem.

Melansir dari AFP, sejumlah negara Afrika dan Amerika Latin tercatat pernah memiliki kedutaan besar di Yerusalem, beberapa di antaranya bahkan diperkirakan akan kembali.

Sebelum tahun 1973, tiga negara yakni Pantai Gading, Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) dan Kenya, disebut pernah memiliki kedutaan di Yerusalem.

Namun seusai perang Yom Kippur antara Arab dengan Israel, ketiganya memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Pada 1980, Dewan Keamanan PBB mengecam langkah Israel yang mengklaim Yerusalem dan kawasan timur Palestina sebagai ibu kotanya.

Baca: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Hari Kamis (17/5/2018)

Baca: Debat Calon Gubernur Jabar Ricuh Gara-gara Paslon Nomor Urut 3 Perlihatkan Kaus

PBB pun menyerukan negara-negara yang telah memiliki misi diplomatik di Yerusalem untuk menariknya.

Belanda, Haiti dan sejumlah negara Amerika Latin mematuhi seruan PBB.

Empat tahun berselang, yakni pada 1984, Kosta Rika dan El Savador memutuskan kembali membuka kedutaan di Yerusalem, namun pada 2006 kembali pindah.

Kini, tepat pada Senin (14/5/2018), AS secara resmi memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menyusul pengakuan Presiden Donald Trump terhadap kota itu sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Setelah AS, ke depan sejumlah negara juga sudah merencanakan akan membuka kedutaan besarnya di Yerusalem, salah satunya Guatemala yang akan meresmikan pada 16 Mei, serta Paraguay yang mengumumkan akan mengikutinya.

Selain kedua negara itu, Rumania, melalui parlemennya, turut menimbang rencana menjadi negara Uni Eropa pertama yang membuka kedutaan di Yerusalem.

Namun rencana itu ditentang Presiden Klaus Iohannis. Presiden Ceko, Milos Zeman juga mengatakan ingin melihat kedutaan negaranya dipindah ke Yerusalem.(*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ternyata, AS Bukan Negara Pertama yang Buka Kedutaan di Yerusalem"

Editor: Ravianto
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help