Revolusi Pengelolaan Sampah Bandung Raya

Walhi Jabar Tolak Insinerator untuk Kelola Sampah, Dadan: Belum Ada Standarnya

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat masih bersikap untuk menolak penanganan sampah kota melalui teknologi insinerator.

Walhi Jabar Tolak Insinerator untuk Kelola Sampah, Dadan: Belum Ada Standarnya
shutterstock
ilustrator Insinerator. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat masih bersikap untuk menolak penanganan sampah kota melalui teknologi insinerator.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, menjelaskan hal itu saat menjadi pembicara dalam diskusi rancage 'revolusi pengelolaan sampah Bandung Raya' di sebuah kafe, kawasan Jalan Van de Venter nomor 14, Kebon Pisang, Sumur, Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

Insinerator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk membakar sampah yang akan menghasilkan gas pembakaran.

Baca: Andri Syahputra Berpeluang Main di Piala Dunia, Bukan Bersama Indonesia tapi Qatar

Baca: Menyeruput Manisnya Ice Caramel Cappucino Ala Kafe Kopi Selasar yang Bikin Nagih

Proses pembakaran sampah menggunakan insinerator, ujar Dadan, menghasilkan dioksin.

Dioksin merupakan kelompok zat-zat berbahaya yang termasuk ke dalam golongan senyawa CDD (Chlorinated Dibenzo-p-Dioxin), CDF ( Chlorinated Dibenzo Furan ), dan PCB (Poly Chlorinated Biphenyl).

"Sampai saat ini dioksin dari insinerator belum ada standarnya. Pilihan teknologi, kami tidak setuju dengan insinerator," kata Dadan.

Teknologi yang paling ramah lingkungan, lanjutnya, adalah teknologi yang tidak menghasilkan dampak dan sisa baru.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved