Wiranto Minta KPK Tunda Pengumuman Tersangka Calon Kepala Daerah, Mahfud MD: 'Haaah?'

Mahfud MD bereaksi tak terduga saat tahu soal Wiranto yang meminta untuk menunda calon kepala daerah yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Wiranto Minta KPK Tunda Pengumuman Tersangka Calon Kepala Daerah, Mahfud MD: 'Haaah?'
Kolase
Mahfud MD dan Wiranto 

TRIBUNJABAR.ID - Mantan ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus negarawan, Mahfud MD bereaksi tak terduga saat tahu soal Wiranto yang meminta untuk menunda calon kepala daerah yang akan ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @mohmahfudmd, ia menuliskan reaksinya, Senin (12/3/2018).

Diketahui, KPK akan menetapkan sejumlah calon kepala daerah menjadi tersangka korupsi.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, pemerintah mengambil sikap atas pernyataan KPK yang menyatakan ada beberapa calon peserta pilkada yang hampir menjadi tersangka.

"Kalau sudah ditetapkan sebagai pasangan calon menghadapi pilkada serentak, kami dari penyelengara minta ditunda dululah, ya. Ditunda dulu penyelidikan, penyidikannya, dan pengajuannya dia sebagai saksi atau tersangka," ujar Winarto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Baca: Trending YouTube! Bicara Di Hadapan KPI, Deddy Corbuzier Berapi-api Singgung Tayangan Alay di TV

Baca: Netizen Nelangsa Lihat Cuitan Gibran yang Tak Mau Terjun Politik: Saya Tahu Diri, Tampang Pas-pasan

Menurut pemerintah, penetapan pasangan calon kepala daerah sebagai tersangka justru akan berpengaruh kepada pelaksanaan pilkada. Hal itu juga bisa dinilai masuk ke ranah politik.

Sehingga, Wiranto menyampaikan afar pengumuman tersangka KPK agar diundur setelah pilkada selsai.

Menangapi berita itu, Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu, memosting sebuah cuitan soal aksi Wiranto yang menginginkan agar KPK tunda pengumuman calon pilkada yang menjadi tersangka KPK.

Halaman
123
Editor: Indan Kurnia Efendi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help