Begini Cerita Soal Bencana Pergerakan Tanah di Mata Warga Cimanintin yang Sudah Lanjut Usia

Bagi warga lanjut usia atau lansia, bencana alam pergeseran tanah di Desa Cimanintin terasa sangat sulit untuk dipercaya.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Mak Santi ditemani saudaranya di tempatnya mengungsi, di Dusun Cikukulu, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bagi warga lanjut usia atau lansia, bencana alam pergeseran tanah di Desa Cimanintin terasa sangat sulit untuk dipercaya.

Pasalnya, bagi warga yang sudah tinggal puluhan tahun, bahkan hampir seumur hidup, di Desa Cimanintin, tak pernah ada tanda-tanda akan terjadi bencana seperti saat ini.

Hal tersebut diungkapkan Santi (75), salah seorang pengunvsi yang mengungsi ke Dusun Cikukulu, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/3/2018).

Baca: VIDEO: Berpotensi Meningkatkan Minat Membaca, Sekda Pemprov Jabar Sambut Baik Pesta Buku 2018

"Saya dari lahir tinggal di sini, tidak pernah ada tanah bergerak seperti sekarang, ya kaget," ujar Santi.

Santi mengungkapkan, saat bencana pergerakan tanah membuat rumahnya akan ambruk, dirinya bahkan sangat kaget hingga merasa mau pingsan.

Santi mengungkapkan, dirinya sangat takut karena baik dirinya dan sang suami sudah tak dapat berjalan cepat, sehingga tak mungkin menghindar bila terjadi apa-apa.


"Bisa sampai ke Cikukulu juga karena diberi tumpangan di mobil pak polisi, kalau tidak tahu bagaimana," ujar Santi.

Kini Santi hanya bisa menunggu bantuan, seluruh kebutuhan makan dan kebutuhan sehari-hari lainnya dibiayai untuk sementara oleh saudaranya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved