Fahri Hamzah Sebut Ada Orang-orang di PKS yang Ingin Jadi Cawapres Jokowi

Kuping saya di kader kan banyak, teman-teman (PKS) masih laporlah. Saya dengar ada gerakan ingin jadi wakil Pak Jokowi

Fahri Hamzah Sebut Ada Orang-orang di PKS yang Ingin Jadi Cawapres Jokowi
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2016) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, mengatakan saat ini terdapat gerakan di dalam partai PKS yang berharap bisa menjadi calon wakil presiden Joko Widodo di Pipres 2019.

Informasi tersebut, menurut Fahri Hamzah, didapat dari pengurus PKS.

"Kuping saya di kader kan banyak, teman-teman (PKS) masih laporlah. Saya dengar ada gerakan ingin jadi wakil Pak Jokowi, sedih saya dengernya itu," kata Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Fahri Hamzah mengaku sangat kecewa mendengar informasi tersebut.


Padahal, lanjutnya, sebagai partai yang lahir di era reformasi, PKS seharusnya berani mencalonkan kader sendiri sebagai presiden, bukan malah memuji presiden agar digandeng menjadi calon wakilnya.

"Lah ini bagaimana (malah) muji-muji Pak Jokowi. Kok jadi begini. Padahal kita lagi mencalonkan orang jadi Capres. Capres dong biar gagah," katanya.

Fahri Hamzah berharap PKS tidak takut untuk memasang posisi capres dalam Pilpres 2019.

PKS bisa mencontoh keberanian Joko Widodo menjadi capres saat masih menjadi gubernur DKI 2014.

Baca: Persib Bandung Kembali Rencanakan Uji Coba, Termasuk Menghadapi Peserta Liga 1

Untuk memenuhi syarat ambang batas calon presiden, ucapnya, PKS bisa berkoalisi dengan partai lainnya.

‎‎"Dengan Gerindra saja cukup satu partai, cukup Gerindra, cukup Golkar, cukup PDIP cukup kan. Maksudnya jadi capres dululah biar gagah," tuturnya.‎

Fahri Hamzah menilai sosok Anis Mata cocok untuk menjadi Capres dari PKS. Hal tersebut sesuai dengan keinginan kader PKS di seluruh Indonesia.

"Gagah sedikit dong. ingin jadi capres, baru partai bisa besar. Ini kalau enggak confident (percaya diri) begini repot, jadinya doyong-doyong," katanya. (Taufik Ismail )

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help