Tampil di Mata Najwa, Ketua BEM UI Tuai Protes karena Sebut Jalan Tol Hanya Dinikmati Orang Bermobil
Ucapan Zaadit soal jalan tol yang hanya bisa dinikmati orang bermobil menuai protes dari warganet. Menurut warganet, Zaadit kurang cerdas.
Penulis: Indan Kurnia Efendi | Editor: Indan Kurnia Efendi
TRIBUNJABAR.ID - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Zaadit Taqwa menjadi narasumber di acara Mata Najwa Trans 7 episode 'Kartu Kuning Jokowi', Rabu (7/2/2018).
Dalam acara yang dipandu Najwa Shihab itu, Zaadit menjelaskan berbagai hal.
Mulai dari alasan dia acungkan 'kartu kuning' untuk Jokowi hingga pandangannya terhadap kinerja pemeritah selama ini.
Menurut Zaadit, pencapaian Jokowi selama menjabat, khususnya soal pembangunan jalan tol dirasa tidak tepat sasaran.
"Selama kepemimpinan Pak Presiden, sudah membangun beribu-ribu kilometer jalan tol yang kemudian hanya bisa digunakan untuk orang-orang yang menggunakan mobil. Kemudian fasilitas-fasilitas yang hanya dinikmati segelintir orang," ujar Zaadit Taqwa.
Ia menjelaskan, alangkah lebih baiknya jika Jokowi mendahulukan mengurusi permasalahan fasilitas yang ada di Papua.
"Sementara teman-teman kita di Papua yang membutuhkan fasilitas-fasilitas umum yang ternyata di sana masih jauh dari yang disampaikan Pak Moeldoko," ujar Ketua BEM UI yang acungkan 'kartu kuning' untuk Jokowi itu.
"Saya lebih berharap, saya mendorong pemerintah untuk kemudian lebih aktif dan lebih optimal lagi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Papua," ujar Zaadit Taqwa.
Ucapan Zaadit tersebut lantas menuai protes dari warganet.
Menurut warganet, Zaadit lupa akan satu hal penting. Pembangunan jalan tol, kata warganet, akan membantu jalur distribusi yang nantinya berimbas pada kesejahteraan masyarakat.
"Mobil itu termasuk truk truk mengangkut bahan pokok, sehingga arus barang lancar dan harga kebutuhan pokok tidak mahal. Malu maluin We Are The Yellow Jacket," tulis pemilik akun Twitter @imanbr.
"Kata zaadit buat apa bangun jalan beribu-ribu kilometer yang hanya dinikmati oleh orang kaya dan punya mobil. Zaadit lupa, bahwa jalan dan infrastruktur itu nggak cuma buat orang kaya, tapi jadi jalur distribusi, ekonomi, dan pemerataan pembangunan," tulis pemilik akun @PakarLogika.
"Saya alumni Fakultas Teknik UI. Di zaman saya ada mata kuliah Ekonomi Teknik, tapi soal manfaat jalan untuk lalu lintas barang dan jasa harusnya mahasiswa, apalagi yang bisa kuliah di UI, harusnya bisa mengerti kalau wawasan mereka luas. Apalagi sekarang zamannya internet," tulis pemilik akun @_yosi_h.
"Buat Zaadit kapan-kapan kita diskusi lah. Gue samperin ke FMIPA juga boleh. Gue mau denger aja alasan dan solusi dari 'statement' lo kalau infrastruktur jalan cuma buat orang kaya yang punya mobil di Papua. Janji deh gue nggak bakal ketawa kalau lo ngasih solusi berupa unta terbang nantinya," tulis pemilik akun @ambiyabiya.
"Yang diincar tol adalah distribusi ekonomi dari kota ke daerah lancar sehingga mengurangi cost harga barang. Klo sudah terkontaminasi oposisi ya gitu. Kritik si oke, tapi harus lihat juga manfaatnya," tulis pemilik akun @siswantowidyam.